Sejarah Singkat Arema yang berdiri Sejak 11 Agustus 1987

Perjalanan Arema di Galatama VIII (1987-1988)

Tak terasa Arema sudah berusia 34 tahun, sejak didirikan pada 11 Agustus 1987. Menarik untuk menyimak sejarah singkat Arema yang lahir untuk menyatukan arek-arek Malang.

Arema Football Club (Persatuan Sepak bola Arema) lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepakbolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang masih menjadi magnet bagi arek-arek Malang. Stadion Gajayana sebagai home base klub pemerintah itu selalu dipenuhi penonton. Sementara, nama Arema waktu itu masih berupa sebuah “utopia”.

Lantas, datanglah Acub Zainal, mantan Gubernur Irian Jaya (sekarang Papua) ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya gagasan melahirkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang. Saat itu, Galatama menjadi kompetisi semi profesional yang diikuti klub-klub swasta yang tak dibiayai APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Lahirnya Arema juga tak lepas dari peran Ovan Tobing, Humas Persema saat itu. Pria yang kini menjadi MC pertandingan kandang Arema itu mengundang Acub Zainal ke Stadion Gajayana ketika Persema bertanding melawan Perseden Denpasar. Kala itu, Acub posisinya sebagai Administratur Galatama.

Beberapa hari setelah itu, Ir. Lucky Acub Zainal, putra Acub Zaenal mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada No. 15 Kota Malang dengan diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya. Dari pembicaraan malam itu, Ovan menyatakan tak punya dana besar untuk membentuk klub Galatama, modalnya hanya pemain.

Sejarah Singkat Arema Bermula dari Klub Armada ’86

Maka, Lucky dipertemukanlah dengan Dirk “Derek” Sutrisno, pendiri klub Armada ’86. Berkat hubungan baik antara Dirk dan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola, maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat “Sudah saatnya kah Kota Malang memiliki klub Galatama?”

Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang. Tema yang dipilih adalah “Klub Galatama dan Kota Malang”, dengan narasumber Acub Zainal (Administratur Galatama), perwakilan Pengda PSSI Jawa Timur, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA. Acara itu dibuka oleh Wali Kota Tom Uripan. Seminar itu menghasilkan rekomendasi Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang profesional.

Awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Pada awalnya, nama yang dipakai adalah Aremada, yang merupakan gabungan dari Aremada dan Arema. Namun nama itu tidak bertahan lama, karena beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema ’86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema ’86 banyak mengalami hambatan di Galatama VIII, dan terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.

Keluarga Acub Zainal Mengambil Alih Pengelolaan Arema ’86

Acub Zainal dan Lucky putranya lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema ’86 agar tetap survive dan eksis. Setelah diambil alih, nama Arema ’86 akhirnya diubah namanya menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya pada 11 Agustus 1987, sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH No 58.

Ovan Tobing menyebut, dari bulan Agustus bulan lahirnya Arema itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. Agustus identik dengan zodiak Leo dengan simbol Singa. Maka, Lucky dan Ovan Tobing menyematkan singa sebagai simbol Arema.

Baca juga:

Perjalanan Arema di Era Galatama
Perjalanan Arema di Era Ligina
Perjalanan Arema di Era ISL
Perjalanan Arema di Era Liga 1

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.