Saat Arema Juara Copa Indonesia 2005, Pelatih Persik Jadi Top Skornya

Saat Arema juara Copa Indonesia 2005, pelatih Persik Kediri yang baru saja ditunjuk, Javier Roca jadi top skornya. Kala itu, lelaki asal Chile tersebut memperkuat Persegi Gianyar.

Roca yang berposisi sebagai gelandang serang itu mencetak 11 gol untuk tim asal Pulau Dewata tersebut. Menariknya, semua gol itu dilesakkannya ke gawang lawan hingga babak perdelapan final (16 besar) saja.

Sejatinya, Persegi mampu melaju hingga babak perempat final dan bersua dengan Arema. Namun, Roca kehilangan kesempatan melawan Arema lantaran manajemen Persegi memutuskan mundur.

Arema yang diganjar kemenangan WO atas Persegi kemudian melaju hingga parta final bertemu Persija Jakarta (19/11/2005). Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Arema menang dramatis 4-3 dan mengangkat trofi juara.

Sayang, pemain Arema gagal mengejar jumlah gol Roca, karena pencetak gol terbanyak, Emaleu Serge cuma mencetak tujuh gol. Namun gelar pemain terbaik disabet kapten Arema, Firman Utina.

Karier Javier Roca Sebagai Pemain Sebelum Jadi Pelatih Persik Kediri

Sebelum ditunjuk sebagai pelatih Persik Kediri di lanjutan Liga 1 2021-2022, Javier Roca tercatat 10 tahun berkarier di Indonesia. Sejak datang pada Liga Indonesia 2003 hingga pensiun usai Indonesia Super League 2013, sudah 12 klub yang dibelanya.

PSMS Medan menjadi klub pertama Roca di Indonesia pada musim 2003. Semusim kemudian pemain kelahiran Santiago, Chile, 9 Agustus 1977 itu hengkang ke Persegi Gianyar (2004-2005), Persitara Jakarta Utara (2005-2006), Persija Jakarta (2006-2007), dan Persiba Balikpapan (2007-2008).

Roca ternyata juga pernah menjadi pemain klub rival, Persebaya Surabaya di ISL 2008-2009. Ketika Arema mengangkat trofi juara ISL 2009-2010, Roca bermain di Gresik United.

Lalu, pemilik tendangan bebas akurat itu berpetualang ke Papua bersama Persidafon Dafonsoro di ISL 2010-2011. Roca sempat tampil di ajang Liga Premier Indonesia (LPI) bersama Batavia Union, sebelum akhirnya gantung sepati di Persis Solo usai musim 2013.

Karier Kepelatihan Javier Roca

Usai memutuskan pensiun, Javier Roca mengambil lisensi sebagai pelatih hingga saat ini mengantongi Pro License A yang dikeluarkan federasi sepakbola Chile.

Roca sempat tinggal satu tahun di Amerika Serikat untuk melanjutkan karier sebagai pelatih. Ketika pulang kampung ke Chile, Roca sukses mengantarkan klub Santa Cruz promosi ke Liga 2 Chile dan sempat juga menjadi trainer bagi calon pelatih di National Football Institute (INAF).

Kembali ke Indonesia, Roca ditunjuk mengurusi Sekolah Sepak Bola (SSB), yakni Akademi EDF La Liga. Sebelum jadi pelatih Persik, Roca pun pernah menjadi komentator Liga 1 2021-2022 di televisi.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.