Ucapan tamales ngalu nuhat kali ini harus diberikan kepada Muhammad Shulton Fajar.Gelandang bertahan Arema itu genap berusia 31 tahun hari ini, Selasa (4/2/2025).
Shulton didatangkan manajemen Arema di Liga 1 2024-2025. Artinya, ini momen pertama kalinya Shulton merayakan hari ulang tahunnya bersama Skuad Singo Edan.
Hampir semusim di Arema, tentu pemain asli Kabupaten Malang itu punya sejumlah momen kebersamaan di tim. Setidaknya, pemain kelahiran 4 Februari 1994 itu mengalami tiga cerita seru.
Inilah Momen Seru Shulton Fajar di Arema
1. Rela Kehilangan Nomor Keramat
Saat pertama kali gabung Arema, Shulton sudah dijhadapkap pada sebuah dilema. Pulang untuk memperkuat tim kampung halamannya, ternyata Shultoh harus menerima kenyataan harus kehilangan nomor punggung keramatnya.
Sejak bermain di Persis Solo selama tiga musim, Shulton mengenakan nomor punggung 87 yang identik dengan tahun kelahiran Arema, 1987. Masalahnya, nomor punggung yang sama sudah dimiliki sang kapten tim, Johan Farizi, sehingga Shulton harus mengalah memakai nomor punggung 67.
2. Debut yang Mengesankan
Shulton menjalani debut yang mengesankan d Arema di kompetisi resmi. Momen itu terjjadi di laga melawan Persita Tangerang di Liga 1 2024-2025 (3/12/2024).
Dibilang mengesankan lantaran selama 85 menit tampil, Shulton berkontribusi dalam proses terciptanya dua dari tiga gol Arema ke gawang lawan. Sejauh ini, Shulton sudah tampil dalam tiga pertandingan bersama Arema.
3. Kartu Kuning Lawan Rival
Sejauh ini, dalam tiga penampilannya bersama Arema, Shulton baru mengantongi satu kartu kuning. Kartu itu didapatkannya di laga kedua melawan rival Arema, Persebaya Surabaya (7/12/2024)
Dengan pengalamannya tampil melawan Persebaya bersama Persis Solo, Shulton tampil lepas selama 67 menit. Tapi, di menit 56, Shulton diganjar kartu kuning oleh wasit atas pelanggaran kerasnya kepada pemain lawan.
