LIMA Bola Voli: Tuan Rumah UIN Maliki Tumbang

Tim Voli UIN di LIVA Volley Ball
Tim Voli UIN di LIVA Volley Ball

Malang kembali menjadi tuan rumah ajang LIMA (Liga Mahasiswa) yang tahun ini sudah memasuki edisi ketujuh. Kali ini Kota Malang dijadikan tuan rumah untuk ajang Bola Voli dengan nama kompetisi LIMA Volleyball: McDonald’s East Java Conference Season 7.

Sebagai ajang penyisihan untuk Jawa Timur, Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim ditunjuk sebagai tuan rumah pada ajang yang berlangsung pada 16-20 September ini.

Meskipun menjadi tuan rumah, hasil negatif dipetik UIN Maliki. Mereka harus mengakui keunggulan UINSA (Sunan Ampel) Surabaya pada laga perdana dengan skor 3-1.

Bermain di Sport Center UIN, pertandingan set pertama berjalan dengan sangat ketat. Tuan rumah yang didukung oleh suporternya mampu menang dengan skor 25-20.

Sayang penampilan UIN Maliki menurun di set kedua hingga keempat. Mereka kalah dengan skor yang sama yaitu 25-15.

Pelatih UIN Maliki menyatakan jika kekalahan anak asuhnya karena memiliki stamina yang tidak cukup baik sehingga kelelahan di pertandingan. Sedangkan pelatih UINSA menyatakan kemenangan anak asuhnya karena kerja keras dan mental yang baik meskipun sempat tertinggal di set pertama.

“Kedua tim saling membalas poin di pertandingan ini. Alhamdulillah UINSA bisa memenangi laga pertama di kompetisi LIMA ini. Meski sempat tertinggal di set pertama, kami tetap berusaha dengan melakukan perubahan taktik dan membangkitkan semangat para pemain. Kami masih akan terus melakukan latihan rutin karena masih ada pertandingan selanjutnya melawan UII,” ujar pelatih UINSA, Surya Alam.

Universitas Brawijaya Tumbangkan Wakil Bangkalan

Dari grup B, Universitas Brawijaya (UB) berhasil menumbangkan perlawanan tim asal Madura STKIP PGRI Bangkalan dengan skor 3-1. Meskipun kemenangan telak dimiliki UB, jalannya pertandingan sendiri mengindikasikan laga yang sangat ketat.

Di set pertama permainan taktis UB menyudahi lawannya dengan skor 25-20.

Pada set kedua, STKIP bermain dengan semangat tinggi untuk kemudian memenangi set tersebut dengan skor 25-18. UB kemudian kembali membalas di set ketiga dengan skor 25-15.

Pada set penentuan, UB harus berjuang ektra keras untuk memungkasi pertandingan dengan skor tipis 25-23.

“Berkat semangat, kerja sama dan kekompakan tim, kami bisa memenangi pertandingan pertama ini. Kami sempat tertinggal di set kedua karena mereka terlalu percaya diri. Sikap tersebut menjadi evaluasi untuk mereka agar bisa lebih baik lagi. Kami bisa bangkit lagi di set selanjutnya berkat ketenangan anak-anak. Untuk pertandingan selanjutnya kami berharap mereka bisa tetap semangat dan kompak,” kata Johanes, pelatih UB.

Unisma Tidak Berkutik di Tangan UM

Laga ketiga yang masih mempertemukan grup B yaitu Unisma melawan UM seperti berjalan tidak imbang. UM yang banyak memiliki postur pemain yang tinggi tanpa kesulitan menghempaskan lawannya dengan skor akhir 3-0.

Pada set pertama, Yoga Pramudya mampu memimpin rekan-rekannya dengan kemenangan 25-18. Di set kedua UM makin tidak terbendung dengan masing-masing keunggulan dengan skor 25-17 dan 25-10.

“Masih ada kekurangan yang perlu dibenahi setelah pertandingan ini agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Teknik passing dan block para pemain kami masih harus diperbaiki. Namun, saya cukup bangga mereka bisa memenangi pertandingan ini meski masih ada yang terlihat ragu di lapangan tadi,” ucap Stevanus Freedy, pelatih UM.