Beny Setya Yoewanto dan Debut Mengenaskan di Arema

Beny Setya Yoewanto dan Debut Mengenaskan di Arema
Beny Setya Yoewanto (C) WEAREMANIA

Ada yang masih ingat kiper Arema bernama Beny Setya Yoewanto? Pemain yang hari ini (3/4/2020) berulang tahun itu pernah punya kenangan debut mengenaskan di Arema. Seperti apa kisahnya?

Beny terhitung terlambat masuk skuad Singo Edan 2011-2012 saat itu. Pemain asli Malang ini didaftarkan paling akhir sebagai kompensasi atas cederanya kiper utama, Dian Agus Prasetyo di pekan pertama saat menghadapi Persela Lamongan.

Dalam usianya yang masih 18 tahun sembilan bulan lima hari, Beny harus melakoni laga berat di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 pekan kelima. Beny harus mengawal gawang Arema melawan Sriwijaya FC.

Saat itu, gawang Arema yang dijaga mantan didikan tim SAD Uruguay itu kebobolan lima gol dan kalah 1-5 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Tak mengherankan lantaran SFC kala itu merupakan tim bertabur pemain bintang.

Beny Setya Yoewanto Jadi Starter

Beny Setya Yoewanto terpilih menjadi starter pada laga melawan Sriwijaya FC bukannya tanpa alasan. Pemilik jersey bernomor punggung 43 itu dinilai punya kualitas yang lebih pantas ketimbang kiper-kiper lainnya seperti I Ngurah Komang Arya dan Rudi Ardiansyah.

Tampil perdana di depan Aremania, aksinya di bawah mistar gawang Arema hanya mampu menahan gempuran Sriwijaya hingga 21 menit awal. Hilton Moreira membuka keunggulan tim tamu di menit 21, selanjutnya mencetak hattrick dengan tambahan dua gol di menit 37 dan 39.

Gol Arif Ariyanto di menit 62 yang membuat Arema memperkecil ketinggalan 1-3 sempat membuka asa bagi Arema. Namun, Kayamba Gumbs dengan dua golnya di menit 85 dan 91 memastikan Arema kalah 1-5 di kandang sendiri.

Skor tersebut termasuk dalam catatan buruk, salah satu kekalahan paling telak Arema di kandang sendiri. Tak bisa dimungkiri, laga itu sendiri juga menjadi debut sekaligus mimpi buruk bagi Beny Setya Yoewanto.