Cerita Ovan Tobing Merayu Mahdi Haris Agar Mau ke Arema

Cerita Ovan Tobing Merayu Mahdi Haris Agar Mau ke Arema
Ovan Tobing (C) DANI KRISTIAN

Meninggalnya salah seorang legenda Arema, Mahdi Haris (19/6/2020) membuka memori Ovan Tobing terkait proses perekrutan pemain asal Jakarta itu. Salah seorang pendiri klub itu sendiri yang merayu Mahdi Haris agar mau ke Arema.

Mahdi, atau yang akrab disapa Meok merupakan generasi awal Arema saat pertama kali didirikan pada 11 Agustus 1987. Lima musim lamanya, pria kelahiran 29 April 1959 itu bergabung, lalu hengkang setelah membawa Arema menjadi juara Liga Sepak bola Utama (Galatama) 1992-1993.

Ovan menuturkan, aksinya merayu Mahdi agar mau bergabung dengan Arema itu terjadi di Surabaya. Mahdi yang masih memperkuat Arseto Solo ditemuinya usai klubnya bertanding melawan Niac Mitra.

“Saya tidak akan bisa melupakan, karena Mahdi ini generasi awal yang saya sendiri nego dengan klubnya Arseto Solo usai laga lawan Niac Mitra di Surabaya. Tidak ada penawaran (nominal kontrak) agar dia mau gabung Arema. Yang dia tahu, ada klub baru di Malang dan dia ingin gabung,” kata Ovan di sela-sela bertakziah di rumah duka.

Lama Setelah Berhasil Merayu Mahdi Haris

Ovan Tobing mengaku sudah lama tidak mengikuti perkembangan Mahdi Haris sekalipun sama-sama tinggal di Malang. Yang disesalinya, lama tak bertemu ternyata dipertemukan justru dalam suasana duka.

Mahdi meninggal dunia di Rumah Sakit Universitas Brawijaya Jumat (19/6/2020) malam dengan dugaan serangan jantung. Sesaat sebelumnya, bahkan mendiang masih tertawa-tawa dalam reuni kecil-kecilan dengan sejumlah mantan pemain Arema lainnya.

“Pecayalah, Meok ini figur yang banyak tertawa, itu yang tidak bisa dilupakan teman-temannya. Kemarin masih bertemu dengan kawan-kawan bolanya, hidupnya pun tidak jauh-jauh dari lingkaran kawan-kawan bolanya. Sekarang Yang Maha Kuasa sudah memanggilnya, dia sudah menyelesaikan pekerjaan terbaiknya di dunia, kita sekarang yang melanjutkannya,” imbuhnya.

Ovan Tobing Ungkap Kesetiaan Mahdi Haris

Ovan Tobing menyebut Mahdi Haris sebagai sosok pemain yang setia. Selama lima musim dari 1987-1988, 1988-1989, 1989-1990, 1990-1992, dan 1992-1993 mengenakan jersey Arema.

“Terimakasih Meok, pada saat itu Arema belum seperti sekarang. Saat dia gabung, Arema sedang terpuruk, terjatuh, dihantam, kalah, bangkit, dan sampai juara, Meok tidak bergeser, tetap di Arema. Bisa jadi, rumah ini bagian dari sejarah Mahdi Haris, saksi perjuangannya bersama Arema,” tandasnya.