Ketika Pertama Kali Arema Pakai Jasa Pemain Brasil

Ketika Pertama Kali Arema Pakai Jasa Pemain Brasil
Joao Carlos

Arema pakai jasa pemain Brasil untuk pertama kalinya pada gelaran Divisi I Liga Indonesia 2004. Sebelumnya, Arema kerap mengontrak pemain asing dari negara Amerika Latin lainnya, Chile.

Pada kompetisi kasta kedua setelah terdegradasi di Ligina 2003, Arema masih dipegang manajemen PT Bentoel. Meski bermain di Divisi I (Liga Pertamina), keseriusan manajemen ditunjukkan dengan mengontrak Benny Dollo sebagai pelatih.

Untuk pemain lokalnya, manajemen mendatangkan nama-nama seperti Erol FX Iba, Sunar Sulaiman, Aris Budi Prasetyo, I Putu Gede, Marthen Tao, dan lain-lain. Mereka dipadukan dengan pemain lawas, seperti Kurnia Sandy, Firman Basuki, Hermawan, Nanang Supriyadi, Stanley Mamuaya, Charles Horik, dan lain-lain.

Sementara, slot pemain asing Arema diisi oleh empat pemain asal Brasil. Ada Claudio de Jesus di posisi bek tengah, Joao Carlos sebagai gelandang, dan duet striker Junior Lima dan Rivaldo Costa di lini penyerangan.

Tak Sia-sia Arema Pakai Jasa Pemain Brasil

Keputusan PT Bentoel berinvestasi dengan mengontrak pemain asing dari Brasil rupanya tepat. Meski sempai dinilai gambling, karena sebelumnya belum ada pemain Brasil yang sukses di Arema, tetapi nyatanya empat pemain asing itu berkontribusi besar.

Keberadaan Claudio membuat lini pertahanan Arema cuma kebobolan sembilan gol dalam 25 pertandingan sejak babak penyisihan hingga partai final Divisi I 2004 melawan PSDS Deli Serdang.

Sementara itu, dari total 45 gol yang dibuat Arema musim itu, 28 gol disumbangkan oleh trio Brasil lainnya. Junior menjadi pencetak gol terbanyak Arema dengan 13 golnya, disusul Rivaldo dengan 12 golnya ada di posisi kedua, sedangkan Joao Carlos mencetak tiga gol.

Joao Carlos yang Terakhir Bertahan di Arema

Dari empat pemain Brasil yang dikontrak Arema di Ligina 2004, cuma Rivaldo saja yang tak diperpanjang kontraknya di Ligina 2005, meski turut membawa Arema juara Divisi I Ligina 2004. Namun, cuma Joao Carlos yang bertahan lama di Arema hingga akhir putaran pertama Ligina 2007-2008.

Junior ‘gugur’ kedua, tepatnya di akhir putaran pertama Ligina 2005. Sementara, Claudio agak lebih lama dipertahankan Arema sampai akhir Ligina 2006.