Refleksi Tahun 2019: Musim yang Indah di Awal Saja Bagi Arema

Refleksi Tahun 2019: Musim yang Indah di Awal Saja Bagi Arema

Tahun 2019 yang segera berlalu ini seharusnya menjadi musim yang indah bagi Arema. Namun, ternyata indahnya hanya di awal saja.

Arema memulai musim 2019 dengan rasa optimistis tinggi, terbukti dengan mengusung target lolos ke kompetisi antar klub anggota AFC. Pertama, dengan mengincar juara Piala Indonesia 2018 yang sudah memasuki babak 16 besar, atau menjadi runner up Liga 1 2019.

Nyatanya, pada Februari 2019 Arema sudah gagal mewujudkan target itu dengan cara pertama. Skuad Singo Edan tak mampu melaju ke babak perempat final usai tersingkir oleh Persib Bandung.

Pada leg pertama, Arema mampu menahan imbang Persib di Bandung, sehingga hanya butuh kemenangan dengan skor berapa pun atau sekadar imbang 0-0 di leg kedua. Nyatanya, Arema malah bermain imbang 2-2 di Malang, sehingga kalah gol tandang.

Hiburan Juara Piala Presiden 2019

Kekecewaan Aremania karena Arema gagal mewujudkan target juara di Piala Indonesia 2018 sedikit terobati. Pada 12 April 2019 Arema mampu menjadi juara Piala Presiden 2019.

Luar biasanya, di partai final, Arema mengalahkan sang rival, Persebaya Surabaya dengan agregat 4-2. Setelah menahan imbang tim berjuluk Bajul Ijo itu 2-2 di leg pertama di Surabaya, Arema menang 2-0 di Malang.

Selain itu, kapten tim, Hamka Hamzah menjadi pemain terbaik. Riky Kayame dengan lima golnya juga menjadi top skor bersama Bruno Matos (Persija Jakarta) dan Manu Dzhalilov (Persebaya).

Gagal Total di Liga 1 2019

Bermodalkan predikat juara Piala Presiden 2019, Arema menyongsong Liga 1 2019 denga target finish di posisi lebih baik dari musim sebelumya (peringkat 6). Nyatanya, anak asuh pelatih Milomir Seslija itu gagal total, dan mengakhiri kompetisi di peringkat 9.

Pada putaran pertama, Arema sebenarnya mampu menembus posisi lima besar. Sayang, di delapan pekan terakhir, skuad Singo Edan tergelincir dengan hanya mendapatkan lima poin mengakhiri tahun 2019.