Liga 1 2020 Dihentikan karena Virus Corona, Inilah 4 Usulan Klub

Liga 1 2020 Dihentikan karena Virus Corona, Inilah 4 Usulan Klub
Elias Alderete (C) DANI KRISTIAN

Liga 1 2020 dihentikan sementara oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona. Klub-klub peserta Liga 1 2020 telah sepakat bakal mengajukan sejumlah usulan kepada operator kompetisi.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) PSSI sudah memberikan instruksi kepada PT LIB untuk menghentikan Liga 1 dan Liga 2. PT LIB pun sudah mengentikan kompetisi tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Direktur Madura United, Haruna Soemitro menjadi inisiator rapat virtual melalui aplikasi telekomunikasi antar petinggi-petinggi klub peserta Liga 1 2020, Minggu (22/3/2020). Rapat virtual tersebut sudah menghasilkan empat poin penting.

Empat poin hasil rapat virtual itu sudah diserahkan kepada PT LIB yang memutar kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Sebelumnya, operator liga juga sudah menyurati klub-klub peserta kompetisi untuk meminta saran dan masukan.

Berikut 4 Usulan Klub setelah Liga 1 2020 Dihentikan karena Virus Corona

1. Bagi klub yang sudah menandatangani kontrak bisnis dengan para pihak untuk memastikan bahwa status gaji pemain, pelatih, dan ofisial tim dapat dibayar maksimal 25% sejak bulan Maret lalu, hingga kick-off pembukaan kembali kompetisi pasca pengumuman dari Pemerintah bahwa Indonesia telah terbebas dari COVID-19.

2. Apabila Pemerintah menyatakan lockdown total, bencana nasional, maka secara otomatis semua kontrak bisnis dengan para pihak batal demi hukum sehingga klub dibebaskan dari kewajiban yang tertera dalam kontrak, termasuk dengan pemain, pelatih dan ofisial tim serta sponsor.

3. Terhadap subsidi kepada klub seperti yang sudah ditetapkan sebelumnya, PT LIB diminta agar tetap membayarkan hak tersebut untuk bagian bulan Maret 2020.

4. PSSI melalui komite legal melakukan langkah-langkah kongkret dengan menginisiasi keputusan yang dapat melindungi para pihak, khususnya klub, dari tuntutan atau gugatan para pihak yang dapat merugikan khususnya bagi klub peserta kompetisi di Indonesia.