Friday, July 3, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Destinasi

Kompleks Makam Mbah Mbatu, Sesepuh Kota Batu

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
27 August 2021
in Destinasi
0 0
0
Foto © Yoga Mustika Jaya

Foto © Yoga Mustika Jaya

Kota Batu memiliki sebuah wisata sejarah sekaligus wisata religi yang lekat dengan nama Kota ini sendiri. Makam Mbah Mbatu, sebuah kompleks makam tokoh-tokoh yang disebut-sebut sebagai ‘pendiri’ alias babat alas daerah tersebut. Tak hanya itu, tokoh-tokoh ini juga konon menjadi penyebar agama Islam di Kota Batu. Tempat ini berlokasi di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji.

Mbah Wastu

Mbah Mbatu sendiri nyatanya bukan nama sebenarnya. Nama ini adalah sebuah panggilan bagi Pangeran Rojoyo, seorang Putra Sunan Kalijogo. Pangeran Rojoyo termasuk penyebar agama Islam yang terkenal, beberapa orang mengenal beliau dengan julukan Syekh Abul Ghonaim, Mbah Wastu dan Kiai Gubuk Angin. Konon, panggilan Mbah Wastu inilah yang menjadi asal mula kata Mbatu, alias Mbah Mbatu.

ArtikelTerkait

Museum Mega Science dan Budaya di Kota Batu Segera Dibuka, Hadirkan AI hingga Dunia Astronaut

Malang Skyland Manfaatkan Media Sosial dengan Baik

Mbah Honggo, Guru Spiritual Bupati Malang yang Berdarah Majapahit

Relief Mahabharata di Candi Jago

ADVERTISEMENT

Pangeran Ronojoyo dipercaya adalah seorang murid Pangeran Diponegoro. Ia dikisahkan mearikan diri ke timur Pulau Jawa untuk menghindari pasukan Belanda. Untuk mengeabuhi Belanda, sekaligus memperudah panggilannya, Ia memperkenalkan diri sebagai Mbah Wastu atau Mbah Mbatu.

Dalam pelarian tersebut, Mbah Wastu mendirikan sebuah padepokan di kaki Gunung Panderman sebagai tempat untuk mengajarkan berbagai ilmu, termasuk menyebarkan Islam kepada masyarakat, hingga meninggal pada tahun 1830.

Mbah Tu

Tak hanya panggilan pada Pangeran Ronojoyo, Mbah Mbatu juga dismatkan untuk istrinya, Dewi Condro Asmoro.  Ia merupakan salah seorang keturunan Kerajaan Majapahit, tepatnya putri Prabu Suito Kerto dan Dewi Anjasmoro.

Soal nama panggilan Mbatu pada Dewi Condro Asmoro, itu berawal dari panggilan Pangeran Rojoyo kepadanya, yakni Mbok Tuwo. Para santri Pangeran Rojoyo pun memanggilnya Mbok Tu untuk menyingkat nama panggilan tersebut. Lama-kelamaan panggilan Mbok Tu itu menjadi Mbah Tu, hingga akhirnya menjadi nama Mbatu. Sekali lagi, hal itu dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat Jawa memperpendek nama.

Mbah Tu sendiri melakukan syiar agama Islam tak hanya di Batu. Bahkan, perjuangannya sampai ke ranah Lumajang, Pasuruan, dan Jember. Hingga akhir hayatnya pada tahun 1781, Mbah Tu tetap menyebarkan syiar Islam bersama sang suami. Konon, menariknya, ia meninggal saat melantunkan lafadz pujian miftakhul jannah.

Kompleks Makam Mbah Mbatu

Selain Makam ‘duo’ Mbah Mbatu itu, dalam komplek ini terdapat pula makam dua tokoh lainnya. Mereka adalah Dewi Mutmainah, dan Kyai Naim. Dewi Mutmainah merupakan istri muda dari Pangeran Rojoyo. Ia merupakan putri Syekh Maulana Muhammad, putra Sunan Gunung Jati. Dewi Mutmainah yang juga seorang istri yang selalu mendampingi dan mendukung perjuangan syiar Islam sang suami akhirnya meninggal dunia pada tahun 1847.

Sementara itu, Kyai Naim adalah salah seorang teman seperjuangan Pangeran Rojoyo yang berasal dari Mataram. Ia datang ke Batu untuk memberitahukan soal perang di Mataram. Kemudian, ia diminta Pangeran Rojoyo untuk tinggal menetap untuk membantu mengajar mengaji di pondoknya. Selang beberapa lama, saat memutuskan ingin kembali ke Mataram, Kyai Naim meninggal dunia karena terjatuh dari kuda.

 

Baca juga: Qubah Imamain, Persemayaman Terakhir Dua Ahli Hadis Kasin

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: Dewi Condro AsmoroKiai Gubuk AnginKompleks Makam Mbah Mbatumbah mbatuMbah WastuPangeran DiponegoroPangeran RojoyoSesepuh Kota BatuSyekh Abul Ghonaim
ShareTweetSend
Previous Post

Informasi Vaksinasi Gratis di Rumah Sakit Marsudi Waluyo, Kabupaten Malang

Next Post

Listrik Padam Hari Ini, Ini 5 Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Malangan

Makam Mbah Sogol, Keponakan Pangeran Diponegoro

5 January 2024

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.