Chanifa, Muslimah kelahiran Tegal 14 Januari 1997 yang akrab di panggil Hani ini merupakan anak ke 5 dari 9 bersaudara. Setelah lulus dari sekolah dasar (SD), Hani melanjutkan pendidikan SMPnya di pesantren lingkungan yang 100% berhijab. Dari sanalah impiannya menjadi pengusaha tumbuh. Hani melihat menjadi pengusaha hijab adalah peluang besar untuk berbisnis selain mendapatkan pahala karna membantu memenuhi kebutuhan para muslimah hijab juga merupakan pasar terbesar untuk Indonesia yang mayoritas Islam.
Hijab Canna
Setelah lulus SMA tahun 2015, Hani melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Malang dan mulai mewujudkan impiannya menjadi pengusaha. Mulanya ia cukup ragu karena tidak memiliki pengetahuan banyak di bidang bisnis apalagi kesibukannya sebagai mahasiswa baru sangatlah padat. Namun dengan memantapkan niat dan bermodalkan Bismillahirrohmanirrohim, Hani memberanikan diri memulai bisnis hijab yang diberi nama Hijab Canna singkatan dari “cantik mempesona”. Nama ini diambil dengan harapan setiap orang yang memakai hijabnya akan semakin percaya diri. Hani ingin membuktikan bahwa hijab bukanlah penghalang setiap muslimah tetap bisa percaya diri untuk berkarya dengan hijab yang dikenakannya.
Bisnis Dari Kecil
Memulai bisnis dari bawah memang bukanlah hal yang mudah, apalagi Hani memulai usaha di usia yang masih sangat belia, yakni 18 tahun. Dengan memantapkan langkahnya menuju pasar besar Malang membeli beberapa meter kain dari hasil menyisihkan uang jajan bulanannya, kemudian ia jahitkan menjadi beberapa model hijab yang sedang trending waktu itu. Karena keterbatasan modal, Hani memberanikan diri untuk menjadi model produknya sendiri dan mempostingnya ke akun media sosial pribadinya.
Usaha Hani memasarkan produknya secara door to door demi mendapatkan pelanggan tidaklah mudah. Ia harus berteman dengan panas, gunjingan, dan penolakan. Namun semangatnya tidak pernah surut hani terus berjuang agar mimpinya terwujud.
Awalnya hanya kerabat dan teman terdekatnya saja yang membeli hijabnya, kemudian hani melakukan survei pasar di pasar besar Surabaya dan pasar besar Bandung untuk menganalisa strategi marketing dan membandingkan model serta kualitas hijabnya agar dapat bersaing di pasaran. Dari sanalah ia mendapatkan banyak pengalaman baru dalam mengembangkan usahanya dan mulai meng-upgrade strategi pemasarannya. Hani awalnya mematok harga mahal namun ia berhasil menurunkan harga dengan menekan biaya produksi.
Hani juga mencoba berbagai cara dalam mengenalkan produknya secara offline seperti menjadi sponsor di acara seminar wirausaha bersama Ustadz Yusuf Mansur yang di adakan di UIN Malang, dan menjadi sponsor di acara duta kampus Universitas Islam Malang. Selain itu, ia juga mengendorse beberapa selebgram ternama seperti Fadila Yahya, Dewi Hajar, dan Dewita Rizma.
Sistem Reseller Hijab Canna
Hani makin konsisten dalam mengenalkan produk Hijab Canna secara online yang jangkauannya lebih luas. Hingga kini, banyak pelanggan berdatangan mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai luar pulau. Seiring meluasnya pasar Hijab Canna, Hani mulai membuka sistem reseller dimana setiap orang yang bergabung menjadi membernya akan mendapatkan potongan harga dan reward bagi mereka yang penjualannya tinggi. Ternyata tawarannya tersebut disambut hangat oleh para pelanggan sampai saat ini Hijab Canna memiliki reseller di berbagai kota baik di Jawa maupun luar Jawa.
Strategi bisnis dengan mengutamakan branding, mengenalkan Hijab Canna dengan kualitas dan harga yang merakyat telah sukses membuat Hani menjadi pengusaha muda. Kini di usia yang masih sangat muda, yaitu 24 tahun, Hani telah menjadi pengusaha muslimah yang produk hijabnya diminati di seluruh Indonesia dan diterima oleh semua kalangan. Menurutnya, lebih baik untung sedikit tapi terus menerus dalam skala besar daripada untung besar tapi tidak berkelanjutan.
“Jangan ada kata tapi dan nanti dalam memulai bisnis karna semakin cepat kita memulai semakin cepat kita menggapai mimpi”
Begitulah motto hidup Hani, sebuah cambuk semangatnya dikala lelah letih dan ingin menyerah.
Eiittsss!! masih ada loh produk lokal yang wajib kalian beli! Baca Sahawood, Produk Kacamata Kayu Karya Mantan Pecandu

