Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

AJI Malang Tingkatkan Literasi Digital di Era Internet

Ongis Mbois by Ongis Mbois
28 November 2022
in Berita Terbaru
0 0
0

Tingginya sebaran informasi di era internet mengakibatkan orang semakin sering menerima pesan. Kemudahan dan kecepatan informasi ini tidak diimbangi dengan literasi digital yang baik di Indonesia.

Penelitian Katadata Insight Centre dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang indek digital Indonesia 2021 menyebutkan, Indonesia berada di level sedang dengan niai 3,49 dari nilai maksimum 5,00.

ArtikelTerkait

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

Jadi Salah Satu Titik Banjir di Kota Malang, Jembatan Glendang Pakem Bakal Ditinjau

ADVERTISEMENT

Dalam upaya meningkatkan literasi digital yang lebih baik, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerjasama dengan Google News Initiative menyelenggarakan pelatihan digital di Kota Malang. Ketua AJI Malang, M Zainuddin menyatakan, pelatihan tersebut diikuti oleh para dosen dan jurnalis.

“Agenda AJI Indonesia ini diselenggarakan di 10 kota, termasuk Kota Malang. Usai pelatihan, kami berharap para dosen dan jurnalis dapat lebih kritis menangkap informasi yang ia dapat,” ujarnya, Sabtu (26/11/2022).

Dipaparkan lebih jauh oleh Zainuddin, karakteristik netizen telah berubah di era internet saat ini. Warga yang awalnya pasif menerima informasi, berubah menjadi produsen informasi. Banyak sekali kasus video viral yang diunggah oleh warga. Bahkan banyak dari video tersebut menjadi sumber berita.

“Sehingga di era modern ini, masyarakat harus cerdas memilih media untuk rujukan informasi,” kata Zainuddin.

Menurut Zainuddin, edukasi tentang cek fakta dan literasi digital menjadi salah satu solusi untuk mematahkan arus informasi bohon ke publik. Para dosen dan jurnalis didorong mampu berpikir kritis dan cakap menggunakan media sosial.

“Penelitian We Are Social Hootsuite mencatat, ada 204,7 juta pengguna internet di Indonesia. Dari jumlah itu, 191,4 juta di antaranya merupakan pengguna media sosial aktif. Kabar bohong atau hoaks kerap berkelindan di media sosial,” katanya.

Ridho Abdullah Akbar, seorang jurnalis media online mengungkapkan hadirnya media sosial berdampak positif sekaligus negatif bagi pekerjaannya. Dilihat dari sisi positif, dirinya mengaku lebih mudah mencari informasi peristiwa. Sedangkan sisi negatifnya, ia mengaku cukup sulit untuk memverifikasi kebenaran atas informasi yang beredar.

“Tidak sedikit informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar. Contohnya ketika saya datang langsung ke lokasi untuk mengkonfirmasi, ternyata peristiwa tidak terjadi. Padahal sempat ramai di media sosial,” ujarnya.

Ridho mengaku semakin berhati-hati membuat berita yang informasinya bersumber dari media sosial. Pasalnya, jika tidak berhasil mengkonfirmasi serta memverifikasi kebenaran informasi, bisa jadi berita yang ia buat justru semakin memperluas informasi bohong atau hoaks.

“Menurut saya pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya pada akhirnya mengetahui dan bisa memposisikan diri atas profesi jurnalis ketika berhadapan dengan fenomena banjir informasi,” tegasnya.

Penelitian Katadata Insight Centre dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan, 73 persen masyarakat paling banyak mencari informasi di media sosial. 22,4 persen respopnden menilai media sosial sebagai sumber informasi yang paling dipercaya. 47 persen lainnya menyebutkan bahwa informasi di telvisi sebagai sumber terpercaya.

Novenda Kartika Putrianto, dosen dari Prodi Teknik Universitas Ma Chung mengungkapkan meskipun dirinya bukan berasal dari disiplin ilmu komunikasi, literasi digital sangat penting dipelajari. Menurutnya literasi digital tidak hanya untuk kalangan tertentu saja, justru harus diedukasikan kepada semua pihak.

“Buat saya yang jauh dari komunikasi, saya belajar dari nol tapi saya mendapat pengetahuan lengkap bagaimana dunia jurnalisme, bagaimana menghadapi informasi hoaks yang dapat merusak harmonisasi masyarakat,” paparnya.

Novenda mengaku pernah menjadi korban informasi hoaks. Jika informasi hoaks tersebut bernuansa sensitif, maka akan berpotensi memicu stabilitas. Menurutnya, jika ia menerima informasi hoaks yang tidak sensitif, cukup diabaikan saja.

“Kita tidak bisa menerima informasi mentah-mentah. Mungkin materi tentang itu juga akan dimasukan ke dalam mata kuliah di Teknik Industri. Seperti ada yang namanya mata kuliah pkologi industri,” ungkapnya.

Pelatihan literasi digital tersebut menghadirkan dua pemateri yang tersertifikasi Google News Initiative. Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan dihadiri 28 peserta.

Tags: AJI Malang
ShareTweetSend
Previous Post

Anggota Polres Malang yang Bertugas Saat Kanjuruhan Disaster 2 Dapat Penampingan Psikologis

Next Post

Korban Banjir Malang Selatan Dapat Bantuan Dari Yayasan Dogeng Kepompong Indonesia

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Berita Terbaru

Duet Benni dan Dendy Nakhodai AJI Malang Periode 2023-2026

20 March 2023

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.