Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Malang menarik disimak karena pabrik ini menjadi salah satu industri gula tertua di Kabupaten Malang. Pabrik tersebut berdiri pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda dan tetap beroperasi hingga saat ini.
PT Kebon Agung kini mengelola Pabrik Gula Kebonagung sebagai salah satu produsen gula di Malang. Keberadaannya menjadi bagian penting dari perkembangan industri gula nasional selama lebih dari satu abad.
Pengusaha keturunan Tionghoa, Tan Tjwan Bie, mendirikan pabrik tersebut pada 1905. Lokasinya berada di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Sejak awal berdiri, pabrik ini langsung menjadi salah satu pabrik gula berkapasitas besar pada zamannya. Kapasitas awalnya mencapai 5.000 KTH atau sekitar 500 ton tebu per hari.
Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Berawal dari Kapasitas 500 Ton Tebu per Hari
Pada masa awal operasional, pabrik menggiling sekitar 500 ton tebu dalam sehari semalam. Jumlah itu setara dengan sekitar 50 truk yang masing-masing mengangkut 10 ton tebu.
Kapasitas tersebut terlihat kecil jika dibandingkan dengan kondisi sekarang. Namun ukuran itu tergolong besar untuk sebuah pabrik gula pada awal abad ke-20.
Saat ini, Pabrik Gula Kebonagung memiliki kapasitas giling mencapai 6.000 ton tebu per hari. Angka tersebut sekitar 12 kali lebih besar dibandingkan kapasitas saat pertama berdiri.
Perkembangan kapasitas itu menunjukkan pertumbuhan industri gula yang berlangsung selama puluhan tahun. Pabrik juga terus menyesuaikan kemampuan produksinya mengikuti kebutuhan zaman.
Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Berlanjut Setelah Indonesia Merdeka
Setelah Indonesia merdeka, Pabrik Gula Kebonagung menghadapi berbagai tantangan, termasuk serangan Belanda. Meski begitu, pabrik tetap mampu melanjutkan kegiatan produksinya.
Pemerintah kemudian mengambil alih kepemilikan pabrik sesuai ketentuan yang berlaku pada masa itu. Kini, PT Kebon Agung mengelola pabrik tersebut dan terus memproduksi gula sebagai salah satu pabrik gula bersejarah di Kabupaten Malang.

![{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"square_fit":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://www.wearemania.net/ngalam/wp-content/uploads/2026/07/20260702_Kasus-Penipuan-Tertinggi-di-Jawa-Timur-Kabupaten-M-360x180.jpg)
![{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://www.wearemania.net/ngalam/wp-content/uploads/2026/07/20260702_Kerja-Sama-Pemkab-Malang-360x180.jpg)
![{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://www.wearemania.net/ngalam/wp-content/uploads/2026/07/20260702_Dapur-Rumah-Lansia-di-Pagelaran-Malang-Ludes-Terbak-360x180.jpg)
![{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}](https://www.wearemania.net/ngalam/wp-content/uploads/2026/07/20260702_Gempa-Kabupaten-Malang-Magnitudo-32-Guncang-Wilaya-360x180.jpg)
