Masyarakat Kabupaten Malang dan sekitarnya diminta melewatkan libur panjang Imlek 2021 di rumah saja. Imbauan itu disampaikan oleh Satlantas Polres Malang demi pencegahan penularan Covid-19.
Seperti diketahui, Jumat (12/2/2021) dalam kalender tercatat sebagai tanggal merah dalam rangka Tahun Baru Imlek. Meski tak ada cuti bersama, sejumlah instansi, perusahaan, dan perkantoran meliburkan karyawannya hingga Sabtu (13/2/2021) dan Minggu (14/2/2021).
Kasatlantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho menyebut, merayakan liburan di luar rumah dapat berpotensi menimbulkan kerumunan. Salah satu akibatnya tentu adanya lonjakan jumlah kasus covid-19 karena muncul klaster liburan.
“Kami mengimbau masyarakat agar berdiam diri di rumah. Tujuannya untuk membantu pemerintah untuk memutus mata rantai Penyebaran Virus Covid-19 atau Corona,” kata AKP Ady, seperti dikutip Surya Malang.
Prediksi Kemacetan Libur Panjang Imlek 2021
Sekalipun sudah memberikan imbauan, Ady menegaskan pihak Polres Malang tetap melakukan antisipasi kemacetan lalu lintas di Kabupaten Malang. Prediksinya, kemacetan akan berlangsung di beberapa titik hingga Minggu (14/2/2021).
Salah satu antisipasi yang dilakukannya adalah menginstruksikan kepada anggota Satlantas Polres Malang agar berjaga di sejumlah wilayah rawan macet. Yang paling diperhatikan menurutnya wilayah Malang Utara, yakni Lawang, Singosari, hingga Karangploso.
“Puncak kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi pada Minggu (14/2/2021). Jalanan sepanjang menuju Kota Malang dan Kota Batu rawan terjadi kemacetan,” imbuhnya.
Inilah 4 Titik Rawan Macet di Kabupaten Malang
Ady menjelaskan, ada empat titik rawan macet saat liburan di wilayah Kabupaten Malang. Keempat titik rawan macet itu ada di Pasar Lawang, Pasar Singosari, Kepuharjo, dan Simpang Tiga Karanglo/Karangploso.
“Kami akan memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) apabila di titik itu nantinya terjadi kemacetan. Petugas kami juga turun lapangan untuk mengurai arus lalu lintas. Petugas kami akan mengalihkan arus lalu lintas sehingga bisa mengatasi kemacetan,” tegasnya.
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.



