Masalah banjir di Kota Malang kembali mencuat di musim penghujan seperti sekarang ini. Karenanya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang bakal membuat 10 sudetan sebagai solusi.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menjelaskan, 10 sudetan yang rencananya akan dibuat di 10 titik rawan banjir. Saat ini, 10 titik tersebut sedang dalam pantauan pihaknya.
10 titik itu ada di Jalan Mayjen Sungkono 6, Jalan Danau Kerinci, Jalan Kiai Malik Dalam, Jalan Pekalongan Dalam, Jalan Akordion, Jalan Peltu Sujono, kawasan Pasar Gadang, Jalan Kedawung, kawasan Bareng RW 8, dan Jalan Taman Siswa. Di sanalah sudetan itu akan dibangung DPUPRPKP Kota Malang.
“Ada 10 sudetan yang baru untuk tahun ini,” kata Hadi Santoso, seperti dikutip Malang Times.
Monitoring Kawasan Rawan Banjir di Kota Malang
Hadi Santoso menegaskan, pihak DPUPRPKP sejauh ini juga tetap melakukan monitoring terhadap kawasan-kawasan yang sebelumnya rawan banjir. Setidaknya ada 26 kawasan rawan banjir yang sebagian sudah dibangun sudetan sebagai solusi.
Misalnya saja di kawasan Galunggung. Menurutnya, saat hujan turun beberapa waktu lalu, sempat terjadi genangan air di jalan tersebut, tetapi segera surut.
“Sudah terlihat efektivitasnya, tapi kami akan upayakan agar benar-benar tidak ada genangan,” imbuhnya.
Imbauan untuk Warga Kota Malang
Hadi Santoso juga mengimbau warga Kota Malang yang di depan rumahnya terdapat saluran air agar tidak menutupnya dengan cor. Apalagi sampai membuang sampah ke dalam saluran air tersebut.
“Hal itu malah menyulitkan petugas melakukan pembersihan sampah, menyulitkan pemantauan (kondisi saluran) juga,” tandasnya.
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.





