HM Sanusi selaku Bupati Malang mengingatkan kepada warganya untuk jangan lupa bahagia. Menurutnya, selain menerapkan protokol kesehatan, inilah salah satu cara agar tak terpapar covid-19.
Seperti diketahui, sampai saat ini wilayah Kabupaten Malang masih tergolong zona merah. Tentu saja, potensi terpapar covid-19 masih rawan. Angka pasien positif covid-19 dari hari ke hari pun terus bertambah.
Segala cara dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang untuk mencegah agar angka itu tidak terus meroket. Salah satunya, Bupati Sanusi rajin melakukan kampanye mengingatkan masyarakat untuk selalu menaati protokol kesehatan.
Sanusi mengajak warga Kabupaten Malang untuk hidup berbahagia. Menurutnya, cara ini diyakini bisa meningkatkan imun tubuh seseorang. Jika imbun tubuh kuat, maka orang itu tak akan mudah terpapar virus apa pun.
“Mereka (warga) jangan dibebani, dengan covid-19 ini terus menderita, sedih, takut. Tapi saat ini sudah ada yang mulai bergembira. Dengan kita bahagia imun kita kuat. Itu mulai kita sosialisasikan dalam (masa transisi) new normal life ini. Nanti ketika normal kembali, kita sudah siap untuk hidup layak di masyarakat,” ungkap Sanusi dilansir Malang Times.
Jangan Lupa Bahagia, Juga Pentingnya Kampung Tangguh
Tak hanya meminta warga Kabupaten Malang untuk jangan lupa bahagia, HM Sanusi juga mengingatkan pentingnya Kampung Tangguh. Selain itu, ketahanan pangan sebaiknya juga diperkuat selama masa pandemi covid-19.
Menurutnya, kampung tangguh dapat mempertangguh kesehatan. Warga kampung tangguh diharapkan menjadi pelopor pelaksanaan protokol kesehatan.
“Ya pertama itu kampung tangguh diharapkan tangguh secara kesehatan, di mana masyarakat dan warganya tidak ada yang terserang covid-19. Caranya dengan melaksanakan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan,” imbuhnya.
Soal ketahanan pangan, Sanusi mencontohkan salah satu Kampung Tangguh yang ada di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso yang ditinjaunya. Sanusi mengapresiasi kampung tangguh tersebut dalam upaya meningkatkan budi daya pangan.
“Yang kedua tangguh pangan, di mana masyarakat harus terus berbudi daya pangan. Seperti yang kita lihat di Desa ngenep ini, mereka (warga, red) gigih sekali. Walaupun di masa pandemi itu tetep tanam padi, produksinya bagus, dan kita saksikan bersama panen tebu, tomatnya juga bagus, sayurnya bagus semua,” sambungnya.
Kampung Tangguh Juga Harus Tangguh Keamanannya
Selain mempertanggung ketahanan pangannya, kampung tangguh juga harus memperkuat keamanannya. Ratusan kampung tangguh yang ada di Kabupaten Malang itu harus bisa memberikan jaminan.
“Tangguh keamanan ada siskampling, sehingga keamanan terjamin. Tidak ada pencurian, tidak ada kekerasan di desa itu,” pungkasnya.
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.




