Banyak pohon tumbang di Kota Malang belakangan ini karena hujan lebat bercampur angin. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang diminta punya alat pendeteksi khusus untuk pohon yang keropos.
Usulan itu disampaikan oleh Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Mereka menyesalkan banyaknya pohon tumbang di sejumlah titik yang ada di Kota Malang.
Anggota Komisi C menyoroti kinerja DLH yang seharusnya bisa meminimalisir kasus tumbangnya pohon yang umumnya berukuran besar tersebut. Kejadian tersebut seharusnya masih bisa diantisipasi.
“Harusnya DLH ini punya alat pendeteksi pohon yang keropos. Alat itu bernama ‘Arbosonic’. Dengan alat itu DLH bisa melihat kondisi pohon dsn meminimalisir kejadian pohon tumbang,” kata Agoes Marhaenta, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, seperti dikutip Surya Malang.
Anggarkan Alat Pendeteksi, Antisipasi Banyak Pohon Tumbang
Agoes Marhaenta menyebut, alat pendeteksi itu seharusnya bisa dianggarkan. Langkah itu bisa dilakukan untuk meringankan tugas DLH dalam mengatasi kasus pohon tumbang.
Politisi PDIP itu menyarankan Pemerintah Kota Malang segera mengeksekusi usulan tersebut. Sesegera mungkin pengadaan alat itu harus dilakukan mengingat banyaknya pohon tua yang ada di jalanan Kota Malang.
“Dari hasil dengar pendapat dengan DLH. DLH tidak memiliki alat arbosonic itu. Seharusnya itu bisa dianggarkan. Dan Kota Malang perlu. Fungsinya bisa dilihat di internet banyak,” imbuhnya.
Butuh Peremajaan Pohon
Agoes Marhaenta menambahkan, pohon-pohon di Kota Malang perlu diremajakan. Menurutnya, penanaman pohon pun tak bisa sembarangan jenis, salah satunya yang punya ranting mudah patah.
“Menanam pohon di jalan itu gampang. Tapi jangan menanam pohon yang rantingnya mudah patah. Itu sangat bahaya,” tegasnya.
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.


