Pengguna knalpot brong di Kota Malang memang tidak ada habis-habisnya. Disamping larangan mengunakan knalpot brong di Kota Malang, knalpot brong juga sangat mengganggu ketentraman penguna jalan lain atau juga warga sekitar yang dilalui oleh pengendara dengan knalpot brong.
Seperti razia pada 24 Juli malam lalu.Sebanyak 33 knalpot brong dipereteli petugas saat kedapatan melintas di kawasan Jalan Ijen Boulevard. Satu di antara 33 knalpot brong itu digunakan oleh kendaraan bermotor roda empat.
Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna mengatakan, ada 32 kendaraan bermotor roda dua yang terjaring razia knalpot brong.Namun operasi malam itu tidak semata-mata untuk menindak pengguna knalpot brong saja.Bentuk pelanggaran lainnya, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, dan melanggar rambu-rambu lalu lintas, juga ikut ditindak. “Memang penggunaan knalpot brong masih menjadi perhatian serius. Sebab, hingga kini masih banyak warga yang mengeluhkan kebisingan akibat knalpot modifikasi itu,” jelasnya.
Khrisna menyebut operasi dua hari lalu itu dilakukan mulai pukul 21.00 hingga 24.00. Dari operasi selama tiga jam itu, polisi mendapati 262 pelanggar lalu lintas. Pelanggaran paling banyak terkait kelengkapan surat kendaraan. ”Ada 186 pengguna sepeda motor yang ditilang akibat tidak STNK-nya bermasalah,” ujarnya.
Jumlah tersebut kebanyakan didominasi oleh pelanggar yang tidak membawa STNK.Namun ada juga beberapa yang STNK yang mati alia telat membayar pajak.Selanjutnya, kepemilikan SIM menjadi pelanggaran terbanyak kedua setelah masalah STNK.Jumlahnya mencapai 43 pelanggaran.
Khrisnamenyampaikan, operasi patuh lalu lintas akan rutin di gelar. Khususnya di kawasan tertib lalu lintas. Sebab, dirinya terus berkomitmen mewujudkan zero knalpot brong di Kota Malang.
Dia juga mengklaim operasi tersebut sebagai upaya untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. “Sebab, pelanggaran lalu lintas berkorelasi dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, kedisiplinan berlalu lintas menjadi kunci utama berkendara,” pungkasnya.





