Jembatan Tunggulmas yang merupakan fasilitas public baru di Kota Malang memang tidak cukup memuaskan masyarakat. Pasalnya hal ini terjadi justru menimbulkan dampak lainnya saat jembatan sudah dibuka dan dapat dilintasi oleh umum. Selain sebagai akses menuju Kabupaten Malang, jembatan ini nyatanya menyebabkan kemacetan di Jalan Tlogomas akibat penumpukan kendaraan saat keluar dari jembatan. Selain itu kemacetan juga terjadi karena adanya antrian kendaraan saat ingin berbalik arah setelah keluar dari jembatan Tunggulmas ini.
Akhirnya pemerintah kota memutuskan untuk menutup sementara jembatan ini untuk menghindari terjadinya kemacetan saat momen mudik lebaran kemarin. Selain itu juga untuk memperlancar arus mudik masyarakat. Penutupan ini dilakukan mulai dari sebelum lebaran hingga arus balik diperkirakan selesai. Dengan penutupan jembatan ini nyatanya tidak memberi hasil yang baik, karena masih banyak juga masyarakat khususnya pengguna motor yang tetap menerobos dan merusak penutup jembatan. Karena hal ini kemudin menjadi pertimbangan kembali bagi pemerintah kota karena antusias masyarakat yang ternyata sangata menginginkan untuk tetap dibukanya Jembatan Tunggulmas sebagai jalur akses.
Setelah arus balik selesai, Jembatan Tunggulmas kembali dibuka oleh Polresta Malang Kota dan Pemerintah Kota Malang. Setelah berjalan selama sepekan, jembatan sepanjang 304 tersebut juga terus semakin banyak penggunanya karena memang antusias yang tinggi. Dan terjadi lagi saat jembatan ini dibuka memang semakin menambah kemacetan di Jalan Tlogomas khususnya. Hal ini lah yang menunjukkan bahwa upaya rekayasa lalu lintas belum dapat sepenuhnya efektif dalam mengurai kemacetan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kemudian memilih melakukan evaluasi pembukaan jembatan hingga Kamis (19/5). Tak sendirian, dishub juga bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh bersama Forum Lalin Kota Malang. Sejumlah opsi rekayasa lalin sudah mereka kantongi. Hal ini tinggal pengaplikasiannya pada jalur ini.





