Kawasan Kajoetangan Heritage Malang akan dilakukan penyempurnaan pembangunan kembali. Lanjutan pembenahan dilakukan di zona tiga akan dilakukan Senin (23/5) dengan penyempurnaan kabel-kabel yang ada di area ini juga akan dirapikan, sehingga keadaannya tidak semrawut di atas jalan.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Malang, perapihan kabel-kabel ini dilakukan setelah provider-provider pemilik kabel telah mendapati instruksi dari Pemkot Malang sebagai penyempurna soal pembangunan zona tiga Kajoetangan Heritage.
”Iya, saya minta pemilik kabel menyesuaikan jadwal dan komitmen terkait penataan kabel. Ducting segera kami rampungkan, sehingga lebih efisien kalau jadwal penurunan kabel diselaraskan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi.
Sosialisasi ini dilakukan pada 10 provider telekomunikasi yang bersangkutan pada Selasa (17/5). Penurunan kabel tersebut, ditambahkan dia, hanya diterapkan di sepanjang kawasan Kajoetangan Heritage. Jika diestimasi, panjang kabel yang bakal dirapikan terbentang sepanjang 650 meter. Sesuai rencana awal, ada niatan dari pemkot untuk menanam kabel-kabel itu di bawah tanah. Sehingga kawasan Kajoetangan Heritage ini dapat memiliki keindahan sesuai rencana dan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pendatang. Terkait dimensi ducting atau saluran kabel bawah tanah, Diah menyebut bila salurannya berukuran 40 x 40 sentimeter. Saluran tersebut sudah terpasang di dua jalur pedestrian.
”Kami juga siapkan 43 titik bak kontrol di jalur pedestrian demi memudahkan akses pemeliharaan,” papar Diah.
Di tempat lain, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin berharap ke depan tak ada konflik antara pemkot dengan para pemilik kabel, sehingga soal perapihan ini dilakukan sosialisasi agar dapat berjalan dengan baik. Penanaman kabel itu disebut Fathol, memang bagus secara tata ruang, namun ada potensi konflik kepentingan di dalamnya.
”Ya misalnya saja dibenturkan dengan adanya provider yang enggan menanam kabel karena biaya investasinya tinggi. Itu perlu jadi bahan pertimbangan juga,” saran Fathol. Beranjak dari kemungkinan tersebut, dia ingin agar rencana penanaman kabel benarbenar bisa satu suara. Selain untuk perapihan dan keindahan, perbaikan soal peletakan kabel-kabel ini juga untuk mengurangi resiko bahaya bagi masyarakat khususnya pengunjung kawasan Kajoetangan Heritage. BACA : Wabah PKM Semakin parah di Kabupaten Malang.





