Malang memiliki jembatan baru yang menghubungkan jalur di jalan Tlogomas dan Tunggulwulung. Jembatan ini oleh masyarakat sering disebut jembatan Begawan. Setelah dibukanya dan diaktifkan jembatan ini, jalan raya tempat masuk dan keluarnya jembatan menjadi lebih padat dan macet, sehingga menimbulkan terhambatnya jalur apalagi dilintasi oleh kendaraan besar.
Pemerintah Kota Malang membuat rencana baru yaitu penerapan arus lalu lintas satu arah di Jembatan Tunggulmas ini. Harapannya adalah agar kemacetan dapat berkurang dan dapat dicegah di bagian pintu masuk dan keluar khususnya di Jalan Tlogomas.
Dilandir dari info Malang Raya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Dr Heru Mulyono SIP M.Si menjelaskan, hal ini untuk rekayasa Lalin kawasan Jembatan Tunggulmas yang dikeluhkan mengalami kemacetan setelah beroperasi 2 bulan terakhir.
Rencana satu arah ini dibuat penerapan kendaraan yang masuk dari arah Tunggulwulung ke Tlogomas tidak diizinkan. Sehingga yang dapat melintas adalah dari Jalan Tlogomas ke arah Tunggulwulung saja.
Rencana ini masih dalam banyak pertimbangan, karena kepadatan kondisi lalu lintas di kawasan Jalan Raya Tlogomas saat pada jam kerja. Evaluasi lainnya juga menyebutkan bahwa kawasan Jalan Tlogomas ini dari arah barat sering terjadi laka lantas pada malam hari.
Persiapan ini dilakukan untuk mengurangi peningkatan volume kendaraan jelang mudik lebaran mendatang. Sehingga untuk kemacetan bersama, ini dilakukan guna kelancaran lalu lintas.





