Saluran irigasi di Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang disalup menjadi Kampung Wisata Edukasi TRIP (Turen River Irrigation Park). Saluran irigasi ini biasanya cuma digunakan mengairi persawahan di Kelurahan Turen.
Kini, saluran irigasi itu dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi destinasi wisata edukasi dan permainan air. Khususnya permainan untuk anak-anak, sehingga menarik minat wisatawan dan menjadi salah satu objek wisata di Turen.
Yang mengubah saluran irigasi menjadi objek wisata atas tangan dingin para Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka menjalankan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
“PKM dosen merupakan kolaborasi antara warga masyarakat Kelurahan Turen, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang, dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) Kemendikbud-Ristek,” kata Koordinator tim dosen UMM, Profesor Oman Sukmana.
Kampung Wisata Edukasi TRIP Didukung Kemendikbud-Ristek
Profesor Oman Sukmana menjelaskan program PKm mendapat dukungan dana dari Kemendikbud-Ristek. Pria yang juga sosen Prodi Kesejahteraan Sosial, FISIP UMM itu menjalankan amanah skema program Kegiatan Kampung Bangkit (KKB) tahun 2022.
Tim dosen beranggotakan dosen Prodi Teknik Mesin M. Jufri. dosen Prodi Manajemen Iqbal Ramadhani Fuadi, dan dosen Prodi Ilmu Komunikasi Jamroji. Selain tim dosen, kegiatan pengabdian turut melibatkan delapan mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial, Prodi Teknik Mesin, dan Prodi Manajemen.
Oman menambahkan, Program PKM merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Kelurahan Turen melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis pengembangan potensi masyarakat. Analisis tim dosen, menilai saluran irigasi menjadi potensial dikembangkan sebagai wisata edukasi dan permainan air.
“Prinsipnya memanfaatkan saluran irigasi untuk edukasi. Tapi tidak mengganggu fungsi utama untuk pengairan persawahan,” imbuhnya.
Ada Beragam Wahana
Dalam Kampung Wisata Edukasi TRIP ini dikembangkanny sejumlah wahana edukasi. Wahana-wahana itu memanfaatkan saluran irigasi yang ada.
Terdapat wahana seperti perahu kendali, peluncur roket air, air mancur pelangi, permainan peluncur ban, dan lampu hias. Serta bisa dikembangkan sejumlah wahana edukasi lainnya. Sementara, di tepi saluran irigasi dibangun paving dan tempat duduk santai bagi wisatawan.
“Siang menjadi kawasan wisata edukasi dan permainan air bagi anak-anak. Sedangkan malam bisa digunakan para remaja atau warga masyarakat sebagai tempat ngopi dan bersantai,” sambungnya.
Sambutan Gembira Lurah Turen
Lurah Turen, Eko Darmawan sebagai mitra menyambut gembira program PKM Dosen UMM. Harapannya kegiatan pengabdian seperti ini terus berlanjut, karena bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, program PKM juga memberi pelatihan pengembangan produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Meliputi aneka kudapan seperti kue kering, minuman, dan produk makanan olahan abon ikan nila dan lele.
Program PKM juga diarahkan untuk pengembangan budidaya ikan air tawar dan lele dengan memanfaatkan sarana bioflok dan kolam beton.
“Kami berharap Kelurahan Turen dapat dijadikan sebagai Kelurahan binaan UMM sehingga bisa berkelanjutan dan dijadikan lokasi pengabdian dosen,” ujar Eko.




