Perusahaan perodusen Vans, VF Corp bakal mengakuisisi produk pakaian supreme senilai US$ 2,1 miliar atau setara Rp 29,59 triliun mengacu kurs Rp 14.093,50.
VF Corp menyatakan siap membayar dana tambahan hingga US$ 300 juta, tergantung pada pencapaian penutupan pasca-kesepakatan.
Saham perusahaan yang juga membawahi merek-merek seperti The North Face dan Timberland ini melonjak sekitar 13% menjadi US$ 78,94 pada perdagangan Selasa (10/11) sore.
Seperti dilansir CNN, Rabu (11/11/2020), Supreme didirikan di toko skateboard New York pada tahun 1994, dan menjadi populer di kalangan pemain skateboard, penggemar hip-hop, dan Milenial hingga Gen Z dan komunitas hypebeast. Pada tahun 2007, Carlyle Group mengakuisisi setengah perusahaan seharga US$ 500 juta.
VF mengatakan Supreme memberinya akses yang lebih dalam ke segmen konsumen yang menarik yang berlaku untuk banyak merek VF yang sudah ada.
“Kami sangat senang menyambut Supreme ke dalam keluarga VF dan untuk membangun hubungan kami selama puluhan tahun saat kami menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan kami,” kata CEO VF Steve Rendle dalam pernyataan tertulis.
Keunikan brand Supreme sendiri cukup diakui di kalangan anak muda hingga membuat harga jualnya jauh lebih tinggi dibanding streetwear lain seperti VF’s Vans atau Nike.
Brand ini dikenal dekat dengan gaya khas pakaian anak muda urban Amerika yang identik dengan skateboard atau hip-hop.
“Modelnya yang langka, kekinian dan pengaruh sosial yang kuat ini mendukung kekuatan harga produk serta menghasilkan keuntungan terbaik di kelasnya,” pungkasnya.
Baca juga: Taman Indie Malang, Makan Dengan Nuansa Jawa
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

