Keunikan Jersey Juara Arema 2009/2010

Keunikan jersey juara Arema
Keunikan jersey juara Arema

Usai menjadi juara 2009/10, properti yang paling banyak diburu oleh Aremania adalah jersey. Di musim itu, perpaduan jerseynya cukup unik dan menarik untuk dilihat.

Arema di ISL 2009/2010 diperkenalkan kepada publik sepakbola Malang pada 30 September 2009 dengan pertandingan melawan Persid Jember.

Pada saat itu Ovan Tobing menyebut jika Arema untuk jersey disponsori oleh Diadora yang menggantikan Puma di musim sebelumnya setelah bekerjasama selama dua tahun.

Jersey baru ini memiliki warna utama biru gelap, jersey kedua putih, dan jersey ketiga merah.

Namun, saat musim berjalan ternyata kitman Arema tanpa sengaja mencampur adukkan warna jersey. Walaupun sebenarnya bukan kemauan, namun siapa sangka jersey tersebut terlihat keren.

Launching Arema musim 2009/2010
Launching Arema musim 2009/2010
Jersey Home

Jersey home Arema memiliki warna utama biru gelap, warna kedua adalah biru muda yang di desain di atas lengan hingga pundak.

Desain ini sama persis dengan yang digunakan oleh Persebaya, Persijap dan Persib Bandung. Hanya saja warnanya disesuaikan dengan warna kebanggaan masing-masing klub. Sehingga walaupun sama birunya, Diadora membuat biru terang untuk Persib dan biru gelap untuk Arema.

Keunikan jersey ini terletak pada penggunaan kaos kaki berwarna merah. Di musim itu, kami langsung teringat dengan tim nasional Prancis yang menjadi juara Euro 2000 yang menggunakan perpaduan serupa. Kami memberikan deskripsi jika ternyata Arema terlihat lebih garang dengan warna merah di bawah.

Sebenarnya penggunaan kombinasi ini awalnya tidak sengaja, kitman Arema menjelaskan jika Arema memakai warna merah karena kaos kaki Diadora untuk jersey utama ternyata masih belum datang saat tim launching. Sehingga ketika tim launching untuk melawan Persid Jember mau tidak mau warna itu yang dipakai.

Jersey Prancis
Jersey Prancis

Kitman Arema refleks saja menyebut warna merah dan tidak ada alasan pasti kenapa warna merah dipilih bukan warna putih yang mungkin lebih familiar.

“Saat itu kaos kaki warna hitam sudah habis dipakai latihan, sehingga Robert meminta penggunaan warna merah dan dia ingin warna itu digunakan selama satu musim,” terang Mustakim, Kitman Arema.

Siapa sangka, perpaduan untuk pertama kalinya ini justru menarik. Bahkan Robert memuji warna merah pada kaos kaki membuat pemain lebih terlihat pergerakannya, sehingga aliran umpan bisa lebih jelas.

Arema pun tampil lebih garang, imbasnya seperti yang sudah diketahui bersama. Arema menjadi juara ISL dan runner-up Piala Indonesia di musim itu.

Jersey Away & Jersey Third

Penggunaan kombinasi untuk jersey away ini juga menarik. Jersey warna putih Arema dibalut dengan celana merah (jersey third), dan kemudian diakhiri dengan kaos kaki warna biru gelap (jersey home).

Penggunaan ini berakhir dengan penentuan Arema saat menjadi juara ketika bermain imbang melawan PSPS Pekanbaru.

Arema ketika melawan Persiwa
Arema ketika melawan Persiwa

Kombinasi ketiga jersey ini memang sedikit menyulitkan kolektor. Karena saat dijual di Arema Store, jersey dijual sepaket. Sehingga jika ingin memiliki warna serupa kolektor musti membeli dua buah jersey.

Sementara untuk jersey ketiga, kombinasinya ada pada penggunaan kaos kaki. Singo Edan menggunakan kaos kaki warna biru gelap pada setiap laga yang menggunakan jersey warna merah.

Jersey ketiga ini sangat jarang digunakan untuk pertandingan. Prosesnya lebih sering untuk latihan sehari-hari bersama jersey biru kaos kaki biru biru.

Arema melawan Persitara
Arema melawan Persitara

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.