7 Poin Hasil Pertemuan Elemen Arema, dan Aremania

7 Poin Hasil Pertemuan Manajemen, Tim Arema, dan Aremania

Beberapa elemen Arema dan Aremania berkumpul di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Haji Agus Salim, Klojen, Kota Malang, Selasa (5/11/2019) malam. Pertemuan itu menghasilkan tujuh poin penting.

Hadir dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Malang. Sebut saja Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, MM, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, S.H.,S.I.K.,M.Si, dan Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muwazzad, Si.Ip.

Turut hadir pula jajaran manajemen Arema, seperti General Manager Ruddy Widodo, Ketua Panpel Abdul Haris, dan Media Officer Sudarmaji. Selain itu, pelatih Arema Milomir Seslija juga hadir didampingi asisten pelatih dan para pemain.

Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri yang dipimpin oleh sang dirigen Aremania, Yuli Sumpil. Dilanjutkan dengan beberapa chant khas yang biasa diperdengarkan di stadion.

Berikut 7 poin penting hasil pertemuan

1. Kapolres Malang Minta Jaga Kondusivitas Malang Raya

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, S.H.,S.I.K.,M.Si mengajak Aremania untuk menjaga kondusivitas Malang Raya. Hal itu harus dilakukan demi menjaga kebanggaan bersama yang bernama Arema.

Ujung menyebut, sejarah mencatatkan Arema sebagai tim besar yang sudah pernah menjuarai berbagai ajang bergengsi. Pencapaian itu menurutnya salah satunya berkat dukungan luar biasa dari Aremania.

Disinggung pula beberapa kejadian kerusuhan suporter di tempat lain, yang seharusnya menjadi pembelajaran bagi Aremania. Jangan sampai Aremania ikut menjadi suporter yang merusak atau membakar stadionnya sendiri, tidak mendukung malah menjelek-jelekkan pemainnya sendiri.

Aremania dimintanya untuk memberikan dukungan dengan cara yang bagus dan dewasa, agar Arema bisa terus berprestasi. Para pendukung Arema dimintanya membuat Malang Raya dikenal akan perilaku santun Arek Malang-nya.

“Kalau berbuat kampungan, itu bukan menyemangati tim kebanggaannya, malah membuat mental pemain jatuh. Kita harus meniru suporter di luar negeri yang baik-baiknya saja. Mari kita jaga kondusivitas sepak bola di Malang, kita jadikan sepak bola sebagai daya tarik pariwisata. Jangan malah menjadi momok bagi masyarakat,” ujar Ujung.

2. Dandim 0818 Tekankan Makna Salam Satu Jiwa

Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muwazzad, Si.Ip menyinggung soal makna Salam Satu Jiwa, salamnya Aremania. Bahkan, Aremania sempat diajaknya nge-chant bareng melantunkan yel-yel ‘Salam Satu Jiwa’.

Menurutnya, Salah Satu Jiwa bukan hanya slogan atau kata-kata mutiara semata. Lebih daripada itu, makna salam tersebut sudah mendarah daging bagi seluruh Aremania.

Kemenangan Arema di lapangan menurutnya bukan cuma ditentukan oleh aksi pemain menghadapi lawan. Namun, dukungan suporter yang besar bakal turut menyemangati pemain dalam memperjuangkan kemenangan.

“Tapi, kalau suporter berbuat anarkis, dengan emosi yang tidak terkendali, makan pemain bisa ikut terpengaruh. Pemain bisa tidak terkendali, permainannya pun menjadi jelek,” kata Ferry.

3. Bupati Malang Siap Benahi Stadion Kanjuruhan

Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM. menegaskan siap membenahi Stadion Kanjuruhan Malang. Terdekat, rencananya akan dipasang atap yang menutup sekeliling tribun stadion.

Sejak menggantikan Rendra Kresna sebagai Plt Bupati, hingga diangkat menjadi Bupati Malang, Sanusi membeber pihaknya tak henti-hentinya memanjakan Aremania. Mulai dari mengaspal beberapa ruas jalan dari perbatasan dengan Kota Malang hingga menuju ke stadion yang berada di kawasan Kabupaten Malang.

Selain itu, setelah 10 tahun tidak dicat, pihaknya akhirnya melakukan pengecatan stadion beberapa waktu lalu. Sementara, tahun 2020 mendatang, atap stadion dan pemasangan kursi (single seat) bakal segera direalisasikannya.

“Yang terpenting, Aremania harus rukun, jangan ‘gelutan’. Saya berpesan stadionnya harus dijaga bersama, karena yang saya tahu Arek Malang itu kompak dan tidak ada yang namanya rusuh-rusuh,” kata Sanusi.

4. Aremania

Ada beberapa saran, masukan, dan usulan dari Aremania pada kesempatan ini. Tercatat, ada tiga orang yang memberikan usulan.

Udin, mengusulkan agar Pemkab Malang menginstruksikan pada Aparat Sipil Negara untuk mengenakan baju, kaos, atau jersey Arema pada hari-hari khusus. Selain itu, ia juga mengeluhkan masih merajalelanya copet di stadion saat Arema berlaga, hingga perlu dibentuk satuan khusus untuk mengatasinya.

Yuli Sumpil sang dirigen Aremania menginginkan stadion bertaraf internasional. Sebab, ia selalu merasa iri ketika bertandang ke stadion-stadion lain saat mendukung Arema, ternyata stadion kandang Arema kalah bagus.

Sementara, Andi Koreng mengusulkan adanya agenda pertemuan rutin antara tim Arema ke nawak-nawak Korwil maupun komunitas Aremania. Tujuannya tentu agar terjalin kedekatan satu sama lain antara tim Arema dengan suporternya. Ia juga meminta para penggawa Arema untuk menemui Aremania seusai pertandingan, apa pun hasilnya.

5. Kapten Tim Arema, Hamka Hamzah

Hamka Hamzah menegaskan semua pemain Arema berjiwa singa. Bahkan, sebagai kapten tim, ia sempat menanyai seluruh pemain satu-persatu mengenai hal tersebut. Semua pemain kompak menjawab mereka memiliki jiwa singa.

Menurutnya, caci maki suporter adalah hal wajar, karena itu bentuk Aremania menyuarakan kepedulian dan rasa cinta mereka kepada Arema. Namun, yang ia tak suka adalah fitnah dan tuduhan keji bahwa pemain Arema sengaja mengalah dari Perseru Badak Lampung di laga kemarin. Kalau berani, Hamka meminta membuktikannya melalui jalur hukum.

“Soal prestasi sejauh ini, kami meminta maaaf. Namun, semua pemain sepakat untuk berjuang mati-matian untuk mewujudkan target musim ini lolos ke kompetisi AFC. Karenanya, Aremania saya minta jangan berhenti untuk memberikan dukungan demi menembus target tersebut,” kata Hamka.

6. Asisten Pelatih Arema, Kuncoro

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro membeberkan kekalahan Arema di kandang Badak Lampung kemarin karena faktor kelelahan pemain. Sebab, hanya ada jarak empat hari sekali untuk menjalani laga demi laga.

Kuncoro mencontohkan, setelah lawan Makassar, subuhnya tim Arema harus terbang ke Tenggarong menghadapi Persipura Jayapura. Setelah itu, mereka harus ke Bogor menghadapi PS Tira-Persikabo. Setelah kembali ke Malang menjamu Semen Padang, mereka harus bermain di Lampung.

“Saya akui saat itu tim sedang limbung, karena jadwal yang padat. Tapi kalau dituduh menjual pertandingan atau apa, saya berani sumpah pocong. Jujur, kami risih dengan fitnah di media sosial seperti itu, sama saja tidak menghargai perjuangan pemain di lapangan,” ujar Kuncoro.

7. General Manager Arema, Ruddy Widodo

Pertemuan elemen Arema dan Aremania ini ditutup dengan penjelasan General Manager Arema, Ruddy Widodo soal kesulitan timnya di musim ini. Utamanya, alasan kenapa Arema sulit sekali mendapatkan poin di laga tandang.

“Kami kesulitan mencari poin di laga tandang karena memang jadwal padat, jujur ini tidak ideal. Tapi, mau bagaimana lagi, karena 22 Desember harus selesai, harus ada tim juara yang didaftarkan untuk kompetisi AFC. Jadwal padat itu menyebabkan banyak pemain tumbang, sampai ada yang harus operasi seperti Dedik Setiawan,” tandas Ruddy.