Agen Jonathan Bauman Belum Merespons Sodoran Rekontrak Arema

Agen Jonathan Bauman Belum Merespons Sodoran Rekontrak Arema
Jonathan Bauman (C) DANI KRISTIAN

Pasti semua merasa jengkel ketika mengirim pesan WhatsApp kepada gebetan tapi cuma di-read saja. Hal itulah yang tengah dirasakan General Manager Arema, Ruddy Widodo ketika agen Jonathan Bauman belum merespons sodoran rekontrak.

Usai diterbikannya Surat Keputusan PSSI No. 48 dan No. 53 bulan Juli lalu, manajemen Arema langsung bergerak cepat mengomunikasikan skema rekontrak kepada pelatih dan pemainnya. Terbaru, masih ada 10 persen dari total penggawa Singo Edan yang belum teken kontrak dengan adendum penyesuaian gaji di tengah pandemi covid-19 itu.

Khusus pelatih dan pemain asing, Ruddy melakukan proses negosiasi dengan sang agen. Karena agen-agen pemain itu kebanyakan tinggal di Amerika Latin, maka komunikasi dilakukan melalui WhatsApp.

“Komunikasi terakhir kami, saya bagikan isi Surat Keputusan PSSI No. 48 dan No. 53 sebagai payung hukum skema rekontrak. Dia bilang mau bicara dulu dengan Bauman. Namun, sampai sekarang belum ada respons dari agennya,” ugkap Ruddy.

Menunggu Respons Agen Jonathan Bauman

Ruddy Widodo masih memberi peluang kepada Jonathan Bauman. Dengan tenggat yang sudah ditentukannya, manajer berkaca mata itu masih menunggu respons balasan dari sang agen pemain.

Jika hingga tenggat waktu yang sudah diberikannya belum ada respons, maka pemilik jersey bernomor punggung 32 itu dipastikan tak akan lagi menjadi bagian dari Arema di lanjutan Liga 1 2020 yang rencananya dimulai Oktober mendatang.

“Kami tunggu si agen (pemain) dulu. Dari semua agen yang saya ajak berkomunikasi, selain agen Mario Gomez (pelatih kepala), Marcos Gonzalez (pelatih fisik), agen Bauman juga tidak sependapat dengan skema rekontrak yang disodorkan Arema,” imbuh pria berusia 48 tahun itu.

Tak Habis Pikir dengan Mereka yang Menolak

Ruddy Widodo mengaku tak habis pikir dengan mereka yang menolak skema rekontrak yang disodorkan Arema. Menurutnya, skema gaji maksimal 50 persen itu sudah adil, tidak merugikan klub maupun pelatih/pemain.

“Lalu, sekarang mau dimita nego modal bagaimana lagi? Bagi saya, itu sudah cukup menjadi jalan terbaik,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.