Eduardo Almeida: Saya Pelatih, Bukan Kritikus Stadion

Eduardo Almeida ogah menilai kualitas Stadion Kompyang Sujana, Denpasar sebagai venue laga Pekan 18 Liga 1 2021-2022 antara Bhayangkara FC vs Arema. Pelatih Arema itu menegaskan dirinya cuma pelatih, bukan kritikus stadion.

Stadion Kompyang Sujana sama-sama berada di Denpasar, seperti Stadion Ngurah Rai yang ruang gantinya sempat dikritik oleh pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. Arema akan tampil di stadion tersebut melawan Bhayangkara FC, Minggu (9/1/2022), pukul 20.30 WIB.

Almeida tahu betul jika stadion ini menjadi salah satu stadion yang disiapkan untuk gelaran Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Namun, pelatih asal Portugal itu tak bisa menilai kualitas, terutama rumput lapangan yang akan dipakai pemainnya.

“Saya tidak tahu banyak tentang stadion ini. Memang, kami akan bertanding di sana, tapi kami tidak bisa melakukan offisial training di stadion yang sama. Jadi, kami tidak bisa bicara banyak.

Bukan Kritikus Stadion, Eduardo Almeida Hormati Keputusan PT LIB

Eduardo Almeida akan menghormati keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) atas ditunjuknya stadion mana saja untuk venue Liga 1 2021-2022 Seri 4 ini. Terlepas dari komentar pro-kontra tentang stadion tersebut, pelatih berusia 43 tahun ini menegaskan tugasnya hanya menyiapkan tim.

Menurutnya, seharusnya jika memang disiapkan untuk venue sekelas event Piala Dunia U-20 pastinya stadion tersebut berstandar FIFA. Soal cocok atau tidak untuk tempat melangsungkan kompetisi, semua orang berhak berpendapat.

“Kita harus respek terhadap keputusan penunjukkan stadion manapun sebagai venue pertandingan. Saya pelatih, tugas saya hanya menyiapkan tim untuk pertandingan ini, bukan mengomentari, apalagi mengevaluasi kualitas stadion,” tegasnya.

Bhayangkara FC akan menjadi lawan pertama Arema di putaran kedua Liga 1 2021-2022. BACA: Inilah prediksi pertandingan sengit antara Arema dan Bhayangkara FC yang berebut posisi puncak klasemen sementara.