General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menjadikan kompetisi musim 2026-2027 sebagai momentum kebangkitan. Harapannya, ini waktunya Arema lepas landas untuk terbang tinggi.
Pria yang akrab disapa Inal itu menilai, dalam tiga musim terakhir pasca Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022, Arema mampu “selamat”. Menurutnya, manajemen Arema telah melakukan segala cara agar tim tetap eksis.
Bahkan, musim ini, ketika finis di peringkat 9 klasemen akhir Super League 2025-2026, itu menjadi posisi terbaik yang dicapai sejak tragedi. Inal menegaskan, proses dan progres di era kepemimpinannya layak untuk disyukuri.
“Musim depan itu waktunya kita take off, setelah tiga tahun pasca tragedi itu kita terus berprogres. Jangan jalan di tempat. Mau gak mau kita harus terus berkembang dan terbang tinggi,” kata Inal.
Waktunya Arema Lepas Landas Mencapai Papan Atas
Meski peringkat 9 menjadi yang terbaik di era kepemimpinannya, Inal menegaskan, pihaknya tidak boleh puas hanya di papan tengah. Arema harus menembus ke papan atas, syukur-syukur bisa juara.
“Target kita musim depan sedikit agak lebih tinggi musim depan. Kita ingin juara, atau minimal peringkat 3 besar lah,” imbuhnya.
“Kita gak akan berpuas diri, karena masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan tim untuk musim depan,” pungkas pria asal Bogor itu.
