Jadi kiper termuda Arema, Erlangga Setyo tetap percaya diri bersaing memperebutkan tempat di Super League 2026-2027. Penjaga gawang asal Jember itu justru senang berlatih bersama para senior yang lebih berpengalaman.
Erlangga menjadi kiper termuda dalam skuad Arema musim ini dengan usia 23 tahun. Tiga penjaga gawang lainnya berusia lebih senior, yakni Syahrul Trisna Fadilla, Gianluca Pandeynuwu, dan Adi Satryo.
Perbedaan usia tersebut tidak membuat Erlangga kehilangan rasa percaya diri. Mantan kiper PSPS Pekanbaru itu ingin menunjukkan kualitasnya kepada Tiago Simoes dan Marcos Santos.
Kesempatan tampil tetap terbuka sepanjang musim nanti karena Arema mengikuti beberapa ajang. Singo Edan akan bersaing di Super League 2026-2027, Piala Presiden 2026, dan League Cup 2026-2027.
“Saya lihat Arema musim ini pakai kiper lokal. Saya merasa senang bergabung dengan Arema. Saya juga siap bersaing,” kata Erlangga.
Jadi Kiper Termuda Arema Jadi Motivasi Erlangga Terus Berkembang
Erlangga menikmati proses adaptasi sejak bergabung dengan Arema. Kehadiran para pemain senior memberinya kesempatan menambah pengalaman setiap hari.
Penjaga gawang muda itu juga mengaku sudah mengenal beberapa rekan setim dari tim nasional maupun klub sebelumnya. Faktor tersebut membuat proses penyesuaian berjalan lebih cepat.
“Saya sudah mengenal beberapa rekan sejak di tim nasional maupun klub sebelumnya. Kehadiran senior seperti Syahrul, Adi, dan Gianluca memberi kesempatan bagi saya untuk terus belajar,” imbuhnya.
Dukungan dari rekan setim turut meningkatkan rasa nyaman Erlangga di lingkungan baru. Beberapa pemain yang sudah dikenalnya aktif membantu selama proses adaptasi berlangsung.
“Saya sudah mengenal Ahmad Maulana, Robi Darwis, Dwiki Mardiyanto, dan Hamzah Tito, serta beberapa pemain senior lainnya membantu proses adaptasi menjadi lebih mudah,” pungkasnya.
