Tren andalkan kiper lokal pada Super League 2026-2027 ternyata tidak hanya terjadi di Arema. Pelatih kiper Tiago Simoes menilai mayoritas klub juga memilih komposisi serupa untuk mengarungi kompetisi musim ini.
Arema melakukan perubahan pada sektor penjaga gawang setelah kompetisi musim lalu berakhir. Manajemen mengakhiri kerja sama dengan Lucas Frigeri yang kontraknya selesai dan tak lagi memakai jasa Andrian Casvari.
Manajemen kemudian mendatangkan dua kiper lokal untuk memperkuat persaingan di bawah mistar gawang. Syahrul Trisna Fadilla dan Erlangga Setyo melengkapi Adi Satryo serta Gianluca Pandeynuwu yang tetap bertahan.
Komposisi tersebut membuat Arema memiliki empat penjaga gawang lokal dengan pengalaman berbeda. Tim pelatih optimistis seluruh kiper mampu bersaing secara sehat sepanjang musim.
“Itu salah satu pilihan. Kalau melihat tim-tim lain, mungkin sekitar 80 persen tim-tim sekarang juga mengambil pilihan seperti itu. Bagi kami gak ada masalah,” kata Tiago kepada WEAREMANIA.
Tren Andalkan Kiper Lokal Dinilai Jadi Pilihan Banyak Klub
Tiago menilai keputusan menggunakan kiper lokal bukan sesuatu yang istimewa bagi Arema. Pelatih asal Brasil itu melihat banyak klub mengambil langkah serupa karena kualitas penjaga gawang Indonesia terus meningkat.
Keempat penjaga gawang Arema juga memiliki kemampuan yang layak bersaing memperebutkan posisi utama. Persaingan itu memberi keuntungan bagi tim karena setiap pemain akan berusaha menunjukkan performa terbaiknya.
Pelatih asal Portugal itu terus memberikan program latihan yang sama kepada seluruh penjaga gawang. Cara tersebut menjaga kualitas mereka sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan panjang selama kompetisi.
“Kami bekerja dengan semua penjaga gawang, karena mereka punya banyak talenta dan kemampuan untuk bermain. Seperti yang kalian tahu, mereka semua pernah menjadi bagian dari tim nasional. Jadi kami sangat nyaman dengan empat penjaga gawang yang kami miliki,” tutupnya.
