Gabung Arema, Mimpi Charis Yulianto yang Jadi Kenyataan

Gabung Arema, Mimpi Charis Yulianto yang Jadi Kenyataan

Sejak pensiun di Arema tujuh tahun silam, Charis Yulainto bermimpi bisa kembali ke klub yang membesarkan namanya itu kelak sebagai pelatih. Mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan di musim 2020 ini setelah ditunjuk sebagai asisten pelatih mendampingi Mario Gomez.

Memulai karier sepak bola profesionalnya di Arema pada tahun 1997 saat usianya masih 19 tahun, Charis pun memutuskan gantung sepatu pada akhir musim 2011-2012, di Arema juga. Pada tahun 2015, pria asli Blitar itu sudah memperoleh lisensi kepelatihan C AFC, lalu pada tahun 2017 mengantongi B AFC, dan A AFC setahun kemudian.

Yang pertama, Charis ingin mengucapkan terimakasih kepada manajemen Arema. Pria 41 tahun itu mengaku senang dan bangga diberi kepercayaan sebagai asisten pelatih di skuad Singo Edan untuk musim 2020.

“Perasaan saya sangat senang bisa kembali lagi ke tim yang sudah membesarkan nama saya, Arema. Lebih spesial lagi, saya bisa diberi kepercayaan langsung oleh Coach Gomez untuk membantu beliau nantinya,” ungkap Charis kepada WEAREMANIA.

Momentumnya Dirasa Sangat Pas

Charis Yulianto menilai momentumnya kembali ke Arema musim 2020 ini sangat pas. Maklum, mantan pemain Timnas Indonesia itu sudah cukup lama memimpikan bisa kembali ke Malang.

Menurut pengakuannya, sebelum tahun 2020 ini sama sekali tak ada tawaran dari Arema. Justru, jalan pulang ke Malang itu hadir ketika Gomez isen-iseng tanya kepadanya mengenai Arema yang sempat mengutarakan keinginan untuk menggunakan jasanya sebagai pelatih kepala.

“Dalam hati saya selalu punya keinginan untuk kembali ke klub yang sudah membesarkan saya, dan ini momentumnya sangat pas. Sedikit cerita, sewaktu kompetisi musim lalu belum berakhir, Coach Gomez tanya saya soal Arema. Ya saya jawab Arema cocok buat Coach Gomez, karena filosofi dan gaya bermainnya sangat mirip,” imbuhnya.

Reuni dengan Kuncoro dan Singgih Pitono

Charis Yulianto bakal bereuni dengan Kuncoro dan Singgih Pitono, asisten pelatih Arema lainnya yang juga sama-sama legenda klub tersebut. Dengan Kuncoro, Charis pernah satu tim di musim 2001, sedangkan dengan Singgih, saat ia hengkang, Charis baru bergabung dengan Arema di musim 1997.

“Saya pikir tidak ada masalah. Komunikasi kami saat ini terus berjalan untuk memilih pemain lokal yang pas buat musim yang akan datang. Saya tetap respect kepada mereka berdua,” pungkas mantan kapten tim Arema 2011-2012 itu.