Inilah Protokol Kesehatan untuk Sesi Latihan Arema

Inilah Protokol Kesehatan untuk Sesi Latihan Arema
Sesi latihan Arema (C) DANI KRISTIAN

Dokter tim, Nanang Tri Wahyudi sudah membuat protokol kesehatan untuk sesi latihan Arema. Ini menjadi yang pertama kalinya dibuat klub peserta Liga 1 2020 di tengah pandemi covid-19.

Oleh Tim Medis Arema, aturan main itu diberi nama Protokol Medis Internal Masa Pandemi. File protokol tersebut juga sudah dibagikan pada tim melalui grup WhatsApp yang berisi pelatih, pemain, manajemen, dan offisial tim Arema, Rabu (17/6/2020).

Protokol tersebut mengatur hal apa saja yang diperbolehkan dilakukan oleh penggawa Singo Edan. Apa saja yang dilarang untuk dilakukan juga tercantum di dalamnya.

Tim Medis Arema membuat aturan main untuk kedatangan pelatih, pemain dan offisial tim kembali ke Malang dari daerah masing-masing. Selain itu, keberangkatan tim ke lokasi latihan, saat melakoni sesi latihan, hingga pascalatihan pun diatur.

Lalu, Apa Saja Protokol Kesehatan untuk Sesi Latihan Arema?

1. Perjalanan ke Malang

Pemain yang kembali ke Malang dari luar daerah melalui bandara/terminal zona merah, disaranan untuk datang 14 hari sebelum sesi latihan resmi. Lalu, mereka harus menjalani karantina diri sebelum menjalani sesi latihan resmi.

Mereka diperbolehkan datang tujuh hari jelang sesi latihan resmi dengan syarat membawa hasil rapid test negatif. Rapid test itu harus diulang di Malang sehari sebelum mengikuti sesi latihan.

Selain hasil rapid test negatif, hasil swab test/PCR test negatif yang terbaru di Kota Malang juga bisa menjadi pengganti. Sementara, yang hasil rapid test-nya positif, sebelum bergabung dalam sesi latihan harus menjalani swab test/PCR yang hasilnya negatif.

Selama perjalanan menuju ke Malang, mereka diminta untuk meminimalisir kontak dengan orang lain. Terutama mereka yang melalui bandara/terminal menggunakn kendaraan umum.

2. Keberangkatan ke Lokasi Latihan

Sebelum berangkat ke lokasi latihan, semuanya diminta untuk mandi di rumah, menggunakan baju yang bersih/sudah dicuci. Tak lupa, mereka harus mengenakan masker yang layak pakai.

Mereka yang memiliki gejala demam dan batuk/pilek dilarang berangkat ke lokasi latihan. Karantina mandiri tetap diberlakukan untuk mereka.

3. Saat Latihan

Semua yang terlibat dalam sesi latihan wajib meminimalisir kontak fisik dengan orang lain. Mereka dilarang berjabat tangan, berpelukan, dan sejenisnya.

Selama latihan, mereka juga dilarang meludah di lapangan dan area berkumpul. Mereka pun dilarang minum menggunakan gelas/botol yang sama dengan orang lain.

4. Pascalatihan

Setelah menjalani sesi latihan, semuanya wajib mencuci tangan dan kaki dengan sabun. Mereka yang ingin mandi malah dianjurkan.

Baju/jersey kotor yang dipakai untuk berlatih harus dikumpulkan di lokasi yang telah disiapkan. Selama itu, semuanya tetap diwajibkan menggunakan masker.