Jalani Rapid Test, Dave Mustaine Dibayangi Trauma Masa Lalu

Jalani Rapid Test, Dave Mustaine Dibayangi Trauma Masa Lalu
Dave Mustaine (C) AKAIBARA

Gelandang Arema, Dave Mustaine dibayangi trauma masa lalu saat menjalani rapid test. Hal itu tampak dari mimik wajahnya saat proses pengambilan darah.

Pemain asal Sidoarjo itu datang bersama sejumlah pemain Arema lainnya ke Kandang Singa, sebutan untuk kantor klub, Selasa (28/7/2020) siang. Mereka menjadi peserta rapid test tahap 2 yang digelar Arema bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 Nahdatul Ulama (NU) Malang Raya.

Petugas menggunakan metode pengambilan darah melalui pembuluh vena pada lengan dengan jarum suntik, bukan kapiler yang hanya disayat sedikit pada ujung jari. Dave sempat menahan nafas dan memejamkan mata saat menjalani proses tersebut.

“Rasanya biasa saja, bukannya takut ya, kalau sama jarum saya memang punya trauma tersendiri. Saya trauma jarum sejak masih kecil, mungkin seusia anak SD. Waktu itu saya sakit tipes, diinfus gagal terus, enam sampai tujuh kali ditusuk jarum,” kata Dave usai menjalani rapid test.

Dave Mustaine Dibayangi Trauma Masa Lalu di Rapid Test Pertamanya

Selain karena trauma jarum, Dave agak deg-degan menjalani rapid test bersama pemain Arema lainnya karena alasan lain. Pemilik jersey bernomor punggung 92 itu mengaki ini adalah momen pertama kalinya menjalani rapid test.

Dave mau mengikutinya sebagai syarat mengikuti sesi latihan Arema. Sebelumnya, Dave belum pernah mengikuti tes sebagai pendeteksian awal untuk mengetahui penularan virus corona (covid-19) itu.

“Ini rapid test yang pertama bagi saya pribadi, sebelumnya belum pernah, karena tidak ada gejala juga. Sebelum ada gejala makanya sehari-hari juga jaga kondisi, misalnya dengan mengonsumsi vitamin,” pungkas mantan pemain PS Sleman itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.