PR Pelatih Kepala Arema yang Baru Versi Kuncoro

Asisten pelatih, Kuncoro menilai calon pelatih kepala Arema yang bakal segera datang menghadapi tugas yang tak ringan. Menurutnya, PR pelatih kepala Arema yang baru itu cukup berat.
Kuncoro (C) DANI KRISTIAN

Asisten pelatih, Kuncoro menilai calon pelatih kepala Arema yang bakal segera datang menghadapi tugas yang tak ringan. Menurutnya, PR pelatih kepala Arema yang baru itu cukup berat.

Mundurnya Mario Gomez dari kursi pelatih kepala diakui atau tidak, berpengaruh pada mental pemain. Karea itu, menaikkan kembali semangat juang para penggawa Singo Edan harus dilakukan oleh pelatih pengganti nantinya.

Selain itu, si pelatih dihadapkan komposisi pemain peninggalan Gomez. Tentu saja, hal itu memaksanya menyesuaikan dengan situasi yang ada, tanpa banyak melakukan perombakan tim.

“Saya cuma kasih masukan, di Arema ini modal awal adalah karakter permainan keras, bermain menekan di laga kandang. Alhamdulillah, selama hal itu kami terapkan Arema tidak pernah kalah. Karakter seperti itulah yang cocok dengan Arema,” ujar Kuncoro.

Pelatih Kepala Arema yang Baru Harus Kembalikan Ciri Khas

Kuncoro tidak menyebut Arema kehilangan karakter bermain selama dilatih Mario Gomez. Namun, secara tegas pelatih asli Gondanglegi, Kabupaten Malang itu ingin pelatih yang bisa mengembalikan kegarangan Arema.

Bukti dari hasil kerja Gomez bisa dilihat selama pramusim di Piala Gubernur Jawa Timur 2020 hingga tiga pekan awal Liga 1 2020. Kuncoro meyakini semua pihak sudah bisa menilainya sendiri.

“Karakter Arema sejak zaman Galatama ya seperti itu. Pernah kita terapkan, alhamdulillah Arema tidak pernah kalah. Karakter itu yang kemarin agak hilang, terutama saat Arema kalah di kandang sendiri oleh Persib, makanya keteteran, itu yang harus dikembalikan oleh pelatih baru nanti,” imbuhnya.

Harus Tahu Karakter Malangan Khas Arema

Kuncoro setuju jika manajemen Arema mendatangkan pelatih yang punya karakter khas Arema. Karakter itu menurutnya harus keluar saat para penggawa Singo Edan bertanding di lapangan.

“Karakter Malangan harus keluar saat Arema bertanding lagi. Boleh keras, tapi dalam artian determinasi tinggi. Harus menekan secara ketat. Kalau ada lawan membawa bola langsung merebutnya. Pokoknya tidak memberikan lawan kesempatan untuk pegang bola terlalu lama,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.