Salam Satu Jiwa Masih Melekat di Benak Liestiadi

Ternyata Salam Satu Jiwa masih melekat di benak Liestiadi, yang kini menjadi pelatih kepala Persikabo 1973. Ingatan tentang Arema itu kembali muncul ketika kedua tim bersua di Pekan 17 Liga 1 2021-2022, Rabu (5/1/2022), pukul 18.15 WIB.

Aremania tentu masih ingat siapa sosok pelatih asal Medan itu. Liestiadi merupakan bagian dari skuad Arema yang menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Saat itu, Liestiadi menempati posisi sebagai Asisten Pelatih Arema mendampingi pelatih kepala Robert Rene Alberts. Gelar juara itu tentunya meninggalkan kesan tersendiri bagi Liestiadi di sepanjang perjalanan karier melatihnya.

“Yang masih ada sampai sekarang adalah spirit Arema yang luar biasa. Arema itu Salam Satu Jiwanya yang terkenal. Apalagi Aremania sebagai pendukung dengan loyalitas tanpa batasnya,” kata Liestiadi.

Salam Satu Jiwa Masih Melekat, Juga Ingatan Tentang Aremania

Selain Salam Satu Jiwa, Liestiadi juga masih menyimpan ingatan tentang Aremania. Terlebih, pada masa itu, cerita fanatisme Aremania tak cuma menggaung di dalam negeri, bahkan sampai level Asia.

Sekilas ada kerinduan di benaknya akan masa-masa berjuang bersama skuad Singo Edan di bawah dukungan Aremania. Menurutnya, beruntung Arema punya pendukung fanatik seperti Aremania.

“Aremania adalah salah satu suporter yang terbaik di Indonesia. Waktu saya di Arema, bahkan masuk lima besar yang terbaik di Asia. Tentunya, dengan dukungan loyalitas Aremania menjadi modal yang bagus bagi klub sebesar Arema,” imbuhnya.

Tak Mau Kalah Sebagai Pelatih Persikabo 1973

Meski demikian, Liestiadi berusaha melepas sejenak bayang-bayang masa lalunya saat masih bersama Arema. Sebagai pelatih Persikabo 1973, pelatih berusia 53 tahun itu bakal bersikap profesional saat timnya bersua dengan Arema kali ini.

“Tentu kami juga didukung oleh maysrakat Bogor, dengan suporter kita Persikabo Mania. Kami akan berusaha yang terbaik untuk Persikabo ke depannya. Apalagi kita akan melawan tim sebesar Arema dengan dukungan yang luar biasa. Kita akan berusaha mengimbangi dan kalau bisa mendapatkan poin,” tandasnya.

Aremania pasti masih ingat bagaimana perjuangan Liestiadi bersama Arema di ISL 2009-2010. BACA: Inilah kisah manis Arema saat menjuarai ISL 2009-2010.