Anisya Widyawati, Pencetak Gol Pertama Arema Putri di Liga 1 Putri 2019

Anisya WIdyawati ketika melawan Persipura
Anisya WIdyawati ketika melawan Persipura

Arema Putri akhirnya bisa menang atas Persebaya Putri di laga kedua babak pendahuluan Grup B Seri Pertama Liga 1 Putri 2019, Senin (7/10/2019) sore di Lapangan Pusdik Arhanud Kota Batu. Pencetak gol pertama Arema Putri di kompetisi ini adalah Anisya Widyawati.

Gadis yang biasa disapa Widya itu mengaku senang dapat mencetak gol pembuka kemenangan 2-0 Arema Putri atas Persebaya Putri. Menurutnya, gol itu bisa tercipta karena kekompakan timnya di lapangan.

Gol itu bisa dibuatnya, setelah kembali ke posisi aslinya sebagai penyerang utama. Saat Arema Putri kalah 0-1 dari Persipura Putri di laga perdana, Widya sempat dicoba pelatih Alief Sjahrizal di posisi baru sebagai gelandang.

“Saya bisa cetak gol juga karena dibantu teman-teman yang bermain kompak. Saya berharap bisa bikin gol sebisa dan Insyaallah sebanyak mungkin untuk Arema Putri,” kata Widya kepada WEAREMANIA.

Alasan Gabung Arema Putri

Anisya Widyawati mengaku sempat mendapatkan tawaran dari sejumlah tim Liga 1 Putri lainnya. Namun, gadis kelahiran Lumajang, 21 Maret 1999 itu lebih memilih Arema Putri dengan sejumlah alasan.

Kedekatannya dengan Maning, salah seorang asisten pelatih Arema Putri, yang sudah lama berkecimpung di sepak bola wanita di Kota maupun Kabupaten Malang, jadi alasan utama. Widya mengaku sudah sejak usia kelas 4 SD mengikuti berbagai ajang sepak bola putri bersama Maning, yang juga teman dekat pelatihnya di sebuah SSB di Lumajang.

Selama ikut sang pelatih, Widya bahkan sempat mencicipi memakai jersey Timnas Indonesia Putri. Pengidola sosok bek Arema, Johan Farizi itu bermain di laga uji coba melawan India, lalu kualifikasi Olimpiade Tokyo di Myanmar.

“Sepulang dari Myanmar, saya hanya ikut tarkam. Mendengar akan ada Liga 1 Putri saya makin semangat berlatih, sampai akhirnya datang tawaran, dan saya pilih Arema Putri. Saya dapat ilmu dan besar di Malang, saya pikir ini pilihan yang tepat, memperkuat tim kebanggaan warga Malang Raya,” imbuhnya.

Selebrasi Anisya Widyawati
Selebrasi Anisya Widyawati

Pilih Nomor Punggung 87

Begitu bergabung dengan Arema Putri, Anisya Widyawati memilih nomor punggung 87. Gadis yang mulai bermain sepak bola sejak kelas 3 SD itu punya alasan khusus.

Widya tahu betul jika angka 87 yang dipilihnya identik dengan tahun kelahiran Arema, 11 Agustus 1987. Dara berambut pendek ini pun tahu jika 87 di tim Arema senior adalah milik Johan Farizi idolanya.

“Widya suka saja sama angka 87, sepertinya sakral begitu di Arema. Saya juga ingin bermain seperti Farizi di Arema senior, dia idola saya. Meski posisi kami berbeda, setidaknya saya termotivasi untuk bermain tenang, kerja keras, kerja cerdas, membawa pengaruh positif pada tim, seperti dia,” tambah Widya.

Tak Punya Target Pribadi

Setelah resmi gabung Arema Putri, Anisya Widyawati mengaku tak punya target pribadi. Dara 20 tahun ini hanya ingin memberikan yang terbaik bagi Arema dan Aremania.

Widya berharap dapat bermain bagus di setiap pertandingan bersama Arema Putri. Harapannya dapat terus berkontribusi untuk tim.

“Kalau bisa saya ingin menjaga tren positif di setiap pertandingan. Tapi, kalau seumpama dapat gelar top skor, mungkin itu adalah rejeki dari Tuhan, yang penting sekarang berusaha dulu semaksimal mungkin,” tandasnya.