Arema Putri Tur ke Papua, Alimatus Dinda Islamia Sempat Ketakutan

Arema Putri Tur ke Papua, Alimatus Dinda Islamia Sempat Ketakutan
Alimatus Dinda Islamia (C) WEAREMANIA

Arema Putri tur ke Papua untuk menjalani laga Seri Ketiga di Grup B Liga 1 Putri 2019 di Stadion Cendrawasih, Biak Numfor, 2-8 November 2019. Salah seorang pemain belakang, Alimatus Dinda Islamia mengaku sempat ketakutan naik pesawat.

Gadis yang biasa dipanggil Dinda itu memang baru pertama kali naik pesawat terbang. Meski paling jauh pernah bepergian ke Jakarta dan Bali, saat itu Dinda menempuh perjalanan dengan bus dan travel.

Tentu saja, ada perasaan takut di hatinya sebelum rombongan tim Arema Putri berangkat dari mes menuju ke Bandara Juanda, Kamis (31/10/2019) sore. Terlebih, mereka harus menempuh perjalanan panjang selama enam jam ke Biak Numfor, dengan terlebih dahulu transit di Makassar.

“Ada rasa takut, apalagi ini baru pertama kali bagi saya, langsung perjalanan jauh ke Papua. Teman-teman juga ada yang menakut-nakuti, ada yang bilang pesawatnya bakal goyang-goyang seperti mau jatuh. Saya ketawa saja, biar tidak terlihat takut di depan mereka,” kata Dinda kepada WEAREMANIA.

Mempersiapkan Mental

Alimatus Dinda Islamia cuma mepersiapkan mental saja sebelum menjalani penerbangan pertamanya bersama Arema Putri ke Papua. Menurut gadis kelahiran Kota Batu, 27 April 2000 itu, dengan menguatkan mental, maka rasa takut akan hilang dengan sendirinya.

Bagi gadis yang juga pernah menekuni olahraga senam lantai dan atletik ini, tak perlu sampai menyiapkan kantong plastik sebagai persiapan jika mengalami mabuk udara. Dinda mengaku tak punya kecenderungan hal tersebut.

“Saya setuju jika tidur adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah mental saat menghadapi penerbangan perdana, minum obat tidur (semacam obat anti mabuk) yang banyak saja biar pulas,” candanya.

Ingat-ingat Pesan Ayah

Orang tuanya, terutama sang Ayah, sempat khawatir ketika melepas Alimatus Dinda Islamia mengikuti Arema Putri tur ke Papua. Namun, gadis yang merintis karier sepak bolanya di tim Persikoba Putri itu berusaya meyakinkan sang Ayah dengan selalu mengingat-ingat pesannya.

“Memang, Ayah yang paling khawatir. Ayah berpesan, agar saya menjaga diri, kondisi kesehatan, juga omongan. Tidak boleh aneh-aneh juga, karena pasti di Papua orang-orangnya beda dengan di Jawa,” tandasnya.