Jadi pemain asing di Liga Wanita Timor Leste, kiper Arema Putri, Desca Nava Salsabila mengaku terkendala bahasa. Pemain asal Banjarnegara itu kini memperkuat Maranatha FC Women dengan status pinjaman.
Desca gabung Maranatha bersama tiga penggawa Skuad Ongis Sinam lainnya, yakni Nava Rina, Nofa Sofi Pertiwi dan Ratri Cahyawati Titania. Dua pemain Arema Putri lain, Anisya Widyawati dan Devi Radina Safitri dipinjam klub Liga Wanita Timor Leste lainnya, Maudoko FC Women.
Bermain di luar negeri menurut Desca membuatnya punya banyak kenalan dari teman-teman di tim baru. Apalagi, mereka menyambut hangat kehadiran pemain-pemain dari Indonesia sepertinya.
“Mereka welcome ke kita, gak ada yang membeda-bedakan, karena kita semua sama-sama ingin mencari pengalaman. Tapi, kadang ada sedikit kendala bahasa,” kata Desca kepada WEAREMANIA.
Cara Atasi Kendala Bahasa Saat Main di Liga Wanita Timor Leste
Tak mau kendala bahasa menghambat kariernya di luar negeri, Desca berusaha mencari solusi. Pemain berusia 20 tahun itu sudah menemukan cara mengatasi masalah komunikasi dengan pemain lokal Timor Leste.
“Ada beberpa pemain lokal yang gak bisa Bahasa Indonesia, dan sebaliknya dari kita juga gak bisa bahasa mereka (Portugis). Tapi untungnya ada sebagian dari mereka bisa Bahasa Indonesia,” imbuhnya.
“Jadi, kalau kita ngomong pakai Bahasa Indonesia dan mereka ada yang gak paham
bisa dijelaskan oleh teman-teman yang bisa itu,” jelas pemain kelahiran 27 Desember 2004 itu.
Proses Adaptasi Lainnya
Selain faktor bahasa, ada beberapa hal lain yang harus ditaklukkam Desca dan pemain asing lainnya segera. Harapannya, proses adaptasi ini berjalan dengan baik, meski banyak kendala.
“Tentunya kita harus cepat beradaptasi, dari segi cuaca dan makanan juga berbeda dengan di Indonesia. Mungkin cuaca lebih panas dibandingkan dengan di indonesia,” tandasnya.
