Mental kuat dimiliki Rahmanah Dwi Puspa Sari saat memutuskan hengkang dari Persebaya Surabaya Putri ke Arema Putri. Keputusan itu diambil Arek Suroboyo ini pada tahun 2021 lalu.
Rahmanah mengaku sering sekali nonton langsung pertandingan Persebaya Surabaya sejak kecil. Maklum, takdir membawanya lahir di tengah keluarga yang memang fans berat Persebaya sejati, terutama bapaknya.
Keputusan berat diambilnya saat Arema Putri menawarinya bergabung. Pemain berusia 20 tahun itu berusaha meyakinkan diri dan keluarganya untuk pindah membela Skuad Ongis Sinam meninggalkan Persebaya Putri yang dibelanya sejak 2019.
“Pertama kali masuk Arema Putri pasti ada saja ejekan dari saudara-saudara yang memang fans Persebaya sejati, kadang ada yang omongannya gak karuan. Kalau teman lebih gak pernah saya dengarkan, karena kalau direspons malah semakin gak karuan,” kata Rahmanah kepada WEAREMANIA.
Hengkang dari Persebaya Surabaya Putri ke Arema Putri, Mental Sempat Diuji Sampai Malas Keluar Rumah
Rahmanah mengaku malas keluar rumah karena ujian mental dari teman-temannya. Bahkan, “teror” itu juga terjadi saat nonton pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
“Pada awal kepindahan saya malas kelur rumah, ya karena ejekan dari teman-teman. Tapi kalau sekarang sudah terbiasa,” imbuh pemain kelahiran Surabaya, 24 Maret 2005 itu.
“Pernah juga waktu nonton Persebaya teman-teman jahil, mereka teriak, ‘Ini Arema’. Akhirnya saya gak pernah nonton lagi,” terangnya.
Orang Tua Selalu Mendukung
Rahmanah bersyukur kedua orang tuanya mendukung karier sepak bolanya. Khususnya sang bapak, yang meski seorang fans Persebaya sejati.
“Mereka selalu support di manapun saya bermain. Mereka gak menyuruh saya keluar (dari Arema Putri), malah senang kalau di Arema Putri, karena tim cewek paling bagus saat ini,” pungkasnya.
