Pemain Arema Putri Biasa Lawan Persebaya Putri Tanpa Suporter

Pemain Arema Putri Biasa Lawan Persebaya Putri Tanpa Suporter
Asmina Kogoya (C) DANI KRISTIAN

Sebagai pelatih Arema Putri, Alief Syafrizal mengaku kecewa, lagi-lagi laga lawan Persebaya Putri di Seri Keempat Grup B Liga 1 Putri, Minggu (17/11/2019) kembali diputuskan tanpa penonton. Namun, menurutnya para penggawa Ongis Kodew sudah terbiasa menjalani laga tersebut tanpa penonton.

Laga lawan Persebaya Putri ini mengalami perubahan venue pertandingan dari Stadion Gajayana Malang ke Stadion Kanjuruhan Malang. Kick-off-nya pun berubah dari pukul 15.30 WIB menjadi pukul 08.00 WIB.

Keputusan laga digelar tanpa penonton, dipindahkan venue dan diubah jam kick-off-nya pun atas rekomendasi dari pihak kepolisian setempat. Terlebih, halaman luar Stadion Gajayana pada Minggu pagi biasanya dipakai untuk pasar pagi, sehingga ada konsentrasi masa yang tak berhubungan dengan pertandingan.

“Saya pikir, hal tidak seberapa masalah bagi Arema Putri, karena di seri-seri sebelumnya juga seperti ini, kami bermain tanpa penonton. Mungkin, anak-anak sudah terbiasa menghadapi Persebaya Putri tanpa penonton,” kata Alief.

Sebenarnya Kecewa

Alief Syafrizal mengaku sebenarnya kecewa lantaran laga lawan Persebaya Putri ini digelar tanpa penonton. Sebab, saat ini Arema Putri tengah butuh dukungan suporter untuk bisa meraih kemenangan.

Sebelumnya, Arema Putri kalah 0-3 dari Persipura Putri di laga perdana Seri Keempat. Kekalahan itu memaksa Windi Ayu Puspitasari dkk untuk mengalahkan Persebaya Putri demi tambahan tiga poin yang akan membawa mereka meraih satu tiket ke babak semifinal.

“Kalau ditanya kecewa atau tidak, sebenarnya saya kecewa. Tapi, karena masalah keamanan dan lain-lain, mungkin ada pertimbangan tersendiri dari pihak keamanan, makanya laga ini digelar tanpa penonton,” imbuhnya.

Motivasi Pengganti

Alief Syafrizal menyadari, dengan digelar tanpa penonton, Arema Putri bisa jadi kehilangan motivasi dari Aremania saat menghadapi Persebaya Putri. Namun, masih ada motivasi pengganti dari manajemen Arema.

“Tentu ada motivasi dari manajemen Arema. Anak-anak dijanjikan bonus tersendiri kalau bisa lolos ke babak semifinal, karena itu target awal kami,” tegasnya.