Ada peran Aremania dan pelatih online saat Arema putus kontrak Joel Cornelli sebagai pelatih kepala di Liga 1 2024-2025. Hal itu disampaikan General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi.
Menurutnya, setiap keputusan yang diambil direksi klub melibatkan pendapat dari berbagai pihak. Termasuk Aremania, khususnya yang bersuara di berbagai platform media sosial, atau kerap disebut pelatih online.
Inal, sapaan akrabnya, menambahkan, manajemen Arema perlu mengambil sudut pandang dari mereka yang ada di luar tim. Langkah itu dilakukan demi menjaga keputusan agar tetap objektif.
“Tentu kami libatkan Aremania, tapi gak secara officially, karena evaluasi kami lakukan secara internal dulu. Bagaimanapun kami perlu mengakomodir pendapat-pendapat di luar tim,” kata Inal kepada WEAREMANIA.
Dinamika di Media Sosial Pengaruhi Keputusan Arema Putus Kontrak Joel Cornelli
Inal menyebut, dinamika di media sosial turut memengaruhi keputusan manajemen Arema dalam mengakhiri kontrak Joel Cornelli. Menurutnya, ini menjadi salah satu peran penting Aremania dalam menentukan arah kebijakan klub.
Namun, Inal mengatakan keterlibatan Aremania itu tidak secara langsung. Sebab, manajemen Arema dalam hal ini belum memintai pendapat Presidium Aremania yang secara organisasi sudah punya legalitas.
“Kami gak sampai tanya langsung tentang pendapat masing-masing Aremania, tapi kami mengamati dinamikanya di media sosial. Dari situ kita yang ada di tim tahu arahnya ke mana, itu juga menjadi masukan dan pertimbangan kami dalam mengambil keputusan yang lebih objektif,” tandasnya.
