Jelang berakhirnya jabatan Koordinator Presidium Aremania Utas periode 2024-2026, Ali Rifki menyampaikan pesannya untuk para pendukung Arema. Masa bakti itu akan segera berakhir pada 1 Juni 2026.
Melalui pernyataan terbuka yang penuh emosional, Ali menyampaikan rasa terima kasih sekaligus refleksi perjalanan panjang Aremania selama dua tahun terakhir dalam proses bangkit pasca Tragedi Kanjuruhan, yang mengguncang dunia sepak bola Indonesia pada 1 Oktober 2022.
Dalam pesannya, Ali menyebut bahwa dua tahun terakhir bukanlah perjalanan yang mudah, banyak tekanan, luka, hingga keraguan yang harus dihadapi bersama seluruh elemen Aremania. Menurutnya, amanah sebagai Koordinator Presidium bukan sekadar memimpin organisasi supporter, tetapi juga menjaga harapan ribuan Aremania agar tetap memiliki semangat untuk bangkit.
“Ini bukan hanya soal memimpin organisasi supporter, tetapi bagaimana menjaga harapan dan semangat ribuan nawak-nawak Aremania agar bisa kembali bangkit setelah masa kelam yang mengguncang kita semua,” kata Ali.
Menurutnya, setelah tragedi yang terjadi, Aremania berada dalam situasi penuh duka dan stigma, termasuk banyaknya cibiran, keraguan, bahkan pandangan negatif yang datang dari berbagai pihak. Bahkan, situasi itu sempat membuat Ali hampir menyerah.
Di tengah kondisi tersebut, bersama Presidium, korwil, komunitas, dan seluruh elemen Aremania, Ali tetap mencoba bertahan demi menjaga persaudaraan yang telah lama dibangun. Menurutnya, perjuangan tersebut penuh dengan jatuh bangun.
Bahkan, tidak sedikit momen berat yang harus dihadapi, mulai dari kritik yang datang dari berbagai arah hingga rasa lelah yang hampir membuat dirinya menyerah. Namun semangat Aremania yang tetap hadir di tribun dan terus mendukung Arema menjadi kekuatan utama untuk terus melangkah.
“Melihat semangat nawak-nawak yang tetap berdiri di tribun, tetap hadir mendukung Arema, dan tetap menjaga solidaritas, itu menjadi alasan terbesar saya untuk terus bertahan,” imbuhnya.
Selama masa kepemimpinannya, Ali menilai Aremania perlahan mulai menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Menurutnya, supporter Arema kini semakin tertib, dewasa, dan sadar pentingnya menjaga nama baik Aremania, baik saat laga kandang maupun tandang.
Baginya, supporter bukan hanya soal nyanyian dan dukungan di tribun, tetapi juga tentang solidaritas, kemanusiaan, loyalitas, serta tanggung jawab dalam menjaga marwah sepak bola Indonesia. Ali juga mengapresiasi seluruh elemen Aremania yang selama ini turut membantu proses pembenahan, mulai dari Presidium, korwil, komunitas, hingga seluruh Aremania di berbagai daerah yang terus menunjukkan loyalitas dan rasa cinta kepada Arema.
Ali menegaskan bahwa perubahan yang mulai terlihat saat ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan hasil perjuangan bersama seluruh Aremania yang tidak pernah berhenti percaya bahwa suporter Arema mampu bangkit menjadi lebih baik. Menjelang berakhirnya masa jabatan, Ali juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin masih terdapat banyak kekurangan dan harapan yang belum sepenuhnya terwujud.
Meski demikian, pria asli Pasuruan ini memastikan seluruh keputusan dan perjuangan yang dilakukan selama ini selalu berangkat dari rasa cinta kepada Arema dan Aremania. Dalam penutup pesannya, Ali Rifki berharap Aremania ke depan bisa menjadi suporter yang lebih kuat, dewasa, kreatif, solid, serta semakin dihormati di sepak bola Indonesia.
Ali juga punya pesan untuk siapa pun yang nantinya melanjutkan amanah tersebut. Harapannya, Koordinator Presidium Aremania Utas yang baru agar menjaga Aremania dengan hati dan rasa cinta, bukan dengan ego maupun kepentingan pribadi.
“Perjuangan, persaudaraan, dan rasa cinta kepada Arema tidak akan pernah berakhir. Sampai jumpa di tribun, di jalan perjuangan, dan di setiap doa untuk Arema,” tutupnya.
