More

    Manajemen Arema Sudah Tingkatkan Kualitas Tim, Giliran Aremania Penuhi Stadion Kanjuruhan

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    General Manager Yusrinal Fitriandi mengatakan, setelah manajemen Arema tingkatkan kualitas tim dengan belanja besar di bursa transfer pemain paruh musim Super League 2025-2026, sekarang giliran Aremania penuhi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, tiap laga kandang. Dimulai dari laga kandang di Pekan 21 saat menjamu Semen Padang, Minggu (15/2/2026), pukul 15.30 WIB.

    Di tengah musim, atas rekomendasi Pelatih Marcos Santos, Arema melepas Paulinho Moccelin, Yann Motta, Odivan Koerich, Ian Puleio, Luiz Gustavo, Brandon Scheunemann, Muhammad Rafli dan Alfiansyah. Sebagai gantinya, didatangkan lah Gabriel Silva, Gustavo França, Joel Vinicius, Walisson Maia, Pablo Oliveira, Rio Fahmi, Hansamu Yama, dan Leo Guntara.

    Yusrinal menegaskan, mendatangkan pemain baru itu tidak murah, apalagi yang statusnya “ditebus” dengan transfer fee dan “memimjam” dengan loan fee. Itu menjadi bentuk keseriusan manajemen klub dalam mendengarkan suara masukan Aremamia secara terukur dengan pertimbangan kebutuhan tim.

    “Banyak yang sudah kami lakukan buat kalian, ini buat Arema. Sekarang, ayolah ikut bantu finansial klub juga. Kami gak minta macam-macam, cukup datang saja ke Stadion Kanjuruhan dengan membeli tiket tiap laga kandang Arema, cuma itu saja,” kata pria yang akrab disapa Inal itu kepada WEAREMANIA.

    Aremania Penuhi Stadion Kanjuruhan Seperti Laga Away

    Inal berharap Aremania bisa memenuhi tribune Stadion Kanjuruhan, seperti saat laga away ke Gianyar dan Jakarta kemarin. Kalau bertandang ke luar kota, bahkan ke luar pulau saja mampu,, dengan bayang-bayang sanksi pelanggaran larangan suporter away, Aremania diyakini juga sanggup membirukan kembali kandang sendiri.

    Manajer asli Bogor itu tahu Aremania harus merogoh kocek antara Rp500 ribu sampai Rp600 ribu untuk tur (biasanya belum termasuk akomodasi dan makan). Itu pun sebagian besar nawak-nawak Aremania harus menabung lebih dulu sejak jauh-jauh hari demi tur berpotensi denda minimal Rp25 juta itu.

    “Artinya, Aremania sebetulnya juga bisa nyelengi untuk laga home. Kenapa hanya di Bali atau Jakarta yang diramaikan? Di kandang sendiri juga ayo kita ramaikan, toh harga tiketnya juga 11-12,” imbuh mantan Manajer Bisnis dan Marketing Arema era Cronus itu.

    “Tanpa mengurangi rasa hormat untuk Aremania yang gak mampu, tapi seharusnya kalian bisa. Rata-rata jadwal kita dalam sebulan itu kan ada dua laga home paling banyak. Ayo satu laga home saja kalian ramaikan Stadion Kanjuruhan, kan bisa seharusnya,” tandasnya

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis