Pelatih Marcos Santos terkejut lihat dukungan Aremania di Lampung saat Arema tantang Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung (6/3/2026). Sayangnya, dalam laga Pekan 25 Super League 2025-2026 itu Skuad Singo Edan kalah 1-2.
Arema sejatinya bisa unggul dulu 1-0 lewat gol Joel Vinicius menyambut assist Dalberto Luan Belo di pengujung babak pertama. Sayang, sebelum turun minum, wasit memberikan kartu merah untuk pelanggaran Pablo Oliveira yang tidak ada unsur kesengajaan.
Sejak menit 70, Arema kembali kehilangan pemain, setelah Dalberto yang diganjar kartu merah usai membela diri akibat dikasari lebih dulu oleh pemain lawan Slavko Damjanovic yang “cuma” kena kartu kuning. Unggul jumlah pemain Bhayangkara mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Privat Mbarga di menit 75.
Wasit Yudai asal Jepang memberikan kartu kuning bagi Betinho Filho di menit 82 dan penalti untuk Bhayangkara karena didakwa melakukan pelanggaran kepada Sani Rizki di kotak terlarang. Eksekusi penalti Moussa Sidibe memastikan kekalahan Arema 1-2 dari tuan rumah.
“Saya harus memberi apresiasi kepada Aremania. Apa yang mereka lakukan di a
sini gak mudah. Tribun mereka penuh, mereka terus bernyanyi dan memberi dukungan, dan para pemain tetap mendapat tepuk tangan. Itu membuat kami terkejut,” kata Marcos.
Permintaan Maaf Usai Gagal Balas Dukungan Aremania di Lampung dengan Kemenangan
Marcos meminta maaf kepada Aremania usai gagal membalas dukungan langsung mereka di kandang Bhayangkara. Kekalahan ini menjadi salah satu penyesalan pelatih asal Brasil itu.
“Saya datang ke arah mereka setelah pertandingan sebagai bentuk rasa hormat. Saya yakin para suporter bangga melihat tim yang berjuang sampai akhir, meski hasilnya tak sesuai harapan kami,” imbuhnya.
“Saya sedih dengan apa yang terjadi dalam pertandingan ini, tetapi saya tetap datang untuk memberi apresiasi kepada para suporter atas dukungan mereka,” tandasnya.
