Alasan utama manajemen Arema lepas Ian Puleio di bursa transfer pemain paruh musim Super League 2025-2026 terungkap. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menyinggung soal ekspektasi tinggi yang tak terpenuhi oleh winger asal Argentina itu.
Memang, dalam beberapa laga terakhir Arema, Ian tampil mengesankan. Pemain berusia 28 tahun itu mencoba menunjukkan buah dari kerja kerasnya dengan melesakkan dua gol, lawan Malut United dan Persik Kediri.
Namun, itu tak cukup untuk menyelamatkan kariernya di Skuad Singo Edan musim ini. Namanya tetap masuk list pemain yang tak masuk rencana Pelatih Marcos Santos untuk putaran kedua.
“Itu semua hasil evaluasi kita dengan pelatih, semua keputusan ada di tangan pelatih, dia sudah mempresentasikan ke kita evaluasi selama setengah musim. Kita lihat, dan ada beberapa pemain yang memang harus dilepas dengan skema yang dia bikin untuk putaran kedua. Dengan latar belakang Ian yang pernah main di Liga Champions Eropa saya kira kurang. Performanya di luar ekspektasi kami,” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.
Arema Lepas Ian Puleio, Tak Kapok Cari Pemain dengan Ekspektasi Tinggi karena Rekam Jejak Mentereng
Inal, sapaan akrab Yusrinal mengaku tak kapok mendatangkan pemain denvan ekspektasi tinggi karena rekam jejak mentereng. Luiz Gustavo menjadi salah satu contoh pemain yang bisa memenuhi ekspektasi tinggi, meskipun kini harus menepi dulu karena cedera lutut.
“Kami gak kapok, karena belum tentu juga, seperti Luiz Gustavo, latar belakang oke, main di sini juga sesuai ekspektasi. Ian latar belakang oke, klub terakhirnya oke, lalu main di sini kurang, mungkin karena kesulitan adaptasinya,” imbuhnya.
“Kalau kata orang ini beli kucing dalam karung. Tapi di awal kedatangan Ian, pelatih juga sudah sama-sama tahu bagaimana latar belajangnya. Jadi, gak ada yang disesali,” pungkas manajer asal Bogor ini.
