Manajemen Arema ingin beri memori lebih bagus untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan dan masyarakat Malang Raya menjadi salah satu alasan mereka ngotot menggelar laga kandang menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Laga Pekan 30 Super League 2025-2026 sesuai jadwal dari I-League digelar Selasa (28/4/2026), pukul 15.30 WIB.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menegaskan, pihak klub tidak bermaksud mengungkit luka lama para keluarga korban ketika laga Derby Jawa Timur ini digelar di Stadion Kanjuruhan. Justru, Arema punya niat tulus memberikan kebahagiaan kepada mereka.
Sayangnya, belakangan memsng masih ada penolakan dari beberapa pihak, termasuk mereka yang mengatasnamakan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Puncaknya, ketika Polres Malang bersama Forkopimda Kabupaten Malang merekomendasikan agar laga Arema vs Persebaya tidak digelar di Stadion Kanjuruhan dulu tahun ini.
“Kami inginnya, bukan menghilangkan (kenangan tentang Tragedi Kanjuruhan), tapi kami ingin memberikan memori yang lebih bagus. Selama empat tahun terakhir ini kan pertandingan lawan Persebaya kita selalu bermain di luar Malang. Sepertinya ini sudah saatnya kita bermain di sini, di rumah kita sendiri,” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.
Upaya Manajemen Arema Merangkul Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan
Pria yang akrab disapa Inal itu mengaku pihak klub telah melakukan beberapa upaya dalam menggandeng keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Bahkan, hubungan Arema dengan mereks sejauh ini diakuinya tak ada masalah.
“Sebetulnya hubungan kami dengan keluarga korban baik-baik saja. Dari pihak Arema kan sudah berkomunikasi dengan mereka. Dari awal niat kami terus membersamai mereka,” imbuhnya.
“Namun, untuk case-nya lawan Persebaya ini saya lihat juga di media sosial juga ada penolakan ya (dari keluarga korban). Kita ini sudah berkomunikasi dengan mereka, khususnya yang ada di Kota maupun Kabupaten Malang. Apalagi mereka juga bergabung dalam yayasan. Kalau gak salah itu ada tiga atau empat yayasan,” jelas pria asal Bogor itu.
Keputusan Ada di Tangan Kepolisian
Inal menegaskan, keputusan terselenggaranya laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan ini ada di tangan kepolisian. Meski telah mendapat lampu hijau dari Polda Jawa Timur, surat izin pertandingan tetap ada di kebijakan Polres Malang.
“Pplersiapan teknis di lapangan itu sudah kami lakukan, kami semua juga sudah berkomitmen bersama. Kemungkinan bermain (di Kanjuruhan) atau tidaknya mungkin tergantung perizinan dari pihak keamanan ya. Yang bisa kami lakukan bersama Aremania hanya berusaha meyakinkan mereka, bahwa kita semua berkomitmen untuk menjaga pertandingan tersebut,” pungkasnya.
