Arema jago tandang tapi sial di kandang dalam gelaran Super League 2025-2026. Pelatih Marcos Santos merespons dengan tekad kuatnya mencari keseimbangan performa di kandang maupun tandang.
Hingga Pekan 14, dari tujuh laga tandang yang dijalani, Arema membawa pulang 11 poin. Anak asuh Pelatih Marcos Santos itu meraih dua kemenangan, lima kali imbang, dan belum terkalahkan.
Rekor tandang itu kontras sekali dengan performa Arema di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Dari enam laga, Arema cuma menang di dua laga kandang awal, lalu menderita empat kekalahan beruntun.
“Kami kehilangan beberapa pertandingan penting di kandang, padahal kami salah satu dari sedikit tim yang gak pernah kalah saat bermain tandang. Kami harus menemukan keseimbangan. Kami harus tahu bagaimana bermain lebih baik di kandang,” kata Marcos.
Arema Jago Tandang Tapi Sial di Kandang, Janji Bekerja Lebih Keras
Marcos berjanji Arema bakal bekerja lebih keras di laga kandang selanjutnya. Harapannya, Skuad Singo Edan bisa meraih hasil lebih baik untuk memperbaiki posisi di klasemen.
“Sekarang kami harus bekerja, berkonsentrasi, dan lebih fokus di laga kandang. Kami harus menemukan keseimbangan itu untuk mencoba meraih kemenangan,” imbuhnya.
“Saya berharap kami bisa meraih hasil yang lebih baik dengan bantuan para suporter di kandang,” pungkas pelatih berpaspor Brasil itu.
