Arema lebih pilih pakai metode latihan fisik modern ketimbang tradisional. Latihan fisik menjadi salah satu fokus program untuk mengisi libur Super League 2025-2026 dalam rangka FIFA Matchday September.
Asisten Pelatih Arema, Kuncoro menjelaskan, latihan fisik modern merupakan latihan fisik yang tetap melibatkan bola di kaki pemain. Umumnya, metode ini memang dipakai saat in season seperti sekarang ini.
Ini menjadi alasan utama Arema tak menggelar sesi latihan fisik di Kebun Raya Purwodadi atau pantai Malang Selatan seperti saat pramusim. Pelatih Marcos Santos tetap menggelar latihan fisik di lapangan sepak bola.
“Latihan fisik itu bisa dengan bola, ini yang modern. Memang kalau ingin dapatnya lebih banyak ya latihan fisik tanpa bola. Itu yang tradisional, pemain dituntut gerak terus, sehingga dapatnya banyak,” kata Kuncoro kepada WEAREMAnIA.
Alasan Arema Lebih Pilih Pakai Metode Latihan Fisik Modern
Kuncoro membeberkan alasan tim pelatih Arema memilih metode latihan fisik dengan bola. Salah satunya untuk menjaga potensi kelelahan yang bisa menyerang pemain.
“Secara recovery, yang modern lebih ideal karena gak terlalu capek buat pemain. Capek sih capek, tapi hati senang karena latihannya dengan bola,” imbuh pelatih asli Malang itu.
“Latihan fisik tradisional jarang dipakai sekarang. Tetap dipakai, tapi sesekali, terutama waktu pramusim. Kalau in season begini kan sudah dapat fisik dari pertandingan,” jelasnya.
Dulu Latihan Fisik Sampai 3 Kali Sehari
Kuncoro mengenang masa lalunya saat masih menjadi penggawa Arema di Galatama tahun 90-an. Mereka melakoni latihan fisik bahkan sampai tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore hari, dan cuma libur sehari saja dalam sepekan.
“Sekarang sepak bola makin maju, latihan fisik tradisional seperti itu sudah dianggap kurang ideal. Tenaga pemain itu seperti mesin, dipakai sekali, ada istirahat, lalu dipakai lagi. Gak bisa diforsir terus. Mungkin pelatih zaman dahulu mikirnya latihan fisik terus biar bagus, tapi risikonya pemain bisa tumbang dan sakit,” pungkasnya.
