Arema mulai punya duet stopper tetap di putaran kedua Super League 2025-2026. Ini menjadi salah satu kunci tiga kemenangan cleansheet beruntun yang dicatatkan anak asuh Pelatih Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil itu memainkan duo Walisson Maia dan Hansamu Yama di jantung pertahanan. Hanya saja, untuk komposisi full back masih harus berganti-ganti dengan sempat absennya Rio Fahmi karena akumulasi kartu.
Hasilnya, Arema berhasil mengalahkan Persijap Jepara 1-0, Persija Jakarta 2-0 dan Semen Padang 3-0. Menang tiga kali berturut-turut, mencetak enam gol dan tanpa kehobolan menjadi rekor tersendiri bagi Arema musim ini.
“Sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan diri tim, apalagi kami kehilangan Luiz Gustavo karena cedera di akhir putaran pertama,” kata Marcos.
Arema Mulai Punya Duet Stopper Tetap Setelah Setengah Musim
Marcos mengenang perjalanan awal Arema musim ini. Selama setengah musim pasukannya tampil dengan komposisi pemain belakang yang silih berganti gara-gara masalah kartu dan cedera.
“Sejak awal musim, kami belum bisa memainkan lini pertahanan yang sama secara konsisten. Tentu ini bukan situasi ideal, tetapi saya percaya kepada semua pemain,” imbuh pelatih asal Brasil ini.
“Meski demikian, kami harus memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk menjaga keseimbangan dan membantu tim,” pungkasnya.
