Windi Ayu Puspitasari, Kiper Arema Putri Pengidola Kurnia Meiga

Ditelepon Kurnia Meiga, Kiper Arema Putri Sampai Tak Bisa Berkata-kata
Windi Ayu Puspitasari (C) DANI KRISTIAN

Salah satu kunci kesuksesan Arema Putri menduduki posisi runner-up Grup B Liga 1 Putri 2019 Seri Pertama adalah permainan apik sang kiper, Windi Ayu Puspitasari. Kiper asli Malang itu ternyata pengidola Kurnia Meiga, mantan kiper Arema dan Timnas Indonesia.

Ayu, sapaan akrabnya, mengaku ngefans Meiga sejak kiper asli Jakarta itu muncul sebagai kiper utama Arema di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Dari situ, gadis kelahiran 17 Januari 1998 itu terus mengamati penampilan Meiga, hingga akhirnya terpanggil masuk Skuat Garuda.

Cara bermain dan attidude Meiga lah yang membuat Ayu kepincut. Menurutnya, kiper yang akrab disapa Entong itu selalu bisa membuat rekan satu timnya tenang ketika dia berdiri di bawah mistar gawang.

“Dari situ, saya punya keinginan, andai saja Arema punya tim putri, saya ingin menjadi seperti Meiga. Berseragam Arema dan terpanggil masuk timnas. Alhamdulilah, sekarang sudah ada tim di Liga 1 Putri, dan keinginan berseragam Arema Putri sudah terwujud. Tinggal menunggu rezeki datang untuk dipanggil Timnas Putri,” ungkap Ayu kepada WEAREMANIA.

Pernah Berburu Tanda Tangan Meiga

Sebagai arek asli Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Windi Ayu Puspitasari mengakui dirinya Aremanita tulen. Sebagai fans Kurnia Meiga, kiper utama Arema Putri itu juga pernah berburu tanda tangan pemain idolanya itu saat kecil.

Rasa kagumnya pada Meiga ditunjukkannya dengan memakai jersey bernomor punggung 1, sama seperti yang dikenakan Meiga di Arema dulu. Selain itu, Ayu ingin meniru selebrasi khas Meiga yang selalu mencium logo Arema di jersey usai pemain Arema berhasil menjebol gawang lawan.

Ayu, yang masih berusia 10 tahun saat itu, juga pernah bertemu Meiga di mes pemain Arema di dekat Perpustakaan Kota Malang yang tak jauh dari rumahnya. Meski tidak sempat mengobrol banyak, kiper berambut pendek ini mengaku sudah senang.

“Dulu, saat Arema masih dilatih pelatih Robert Albert, bersama adik, saya sering ke mes pemain Arema. Kami suka menunggu di depan gerbangnya untuk mencegat pemain Arema. Kami meminta tanda tangan saat mereka hendak berangkat latihan. Sampai sekarang tanda tangan Meiga masih saya simpan,” kenang jebolan klub Banteng Muda Putri itu.

Meiga Jadi Motivasi Cleansheet

Sosok Kurnia Meiga ternyata juga menjadi motivasi Windi Ayu Puspitasari saat menjaga gawang Arema Putri. Bahkan, karena sang idola, kiper yang pernah dipanggil seleksi Timnas Indonesia Putri untuk futsal dan sepak bola itu dapat mengukir tiga kali cleansheet di Seri Pertama Grup B Liga 1 Putri 2019.

Gawang Arema Putri yang dijaga Ayu hanya kebobolan sekali saat kalah 0-1 di laga perdana melawan Persipura Putri. Lebih dari itu, menurutnya, catatan tidak kebobolan di tiga laga setelahnya bukan semata-mata hasil kerja kerasnya sebagai kiper.

“Alhamdulilah, itu semua juga berkat kerja keras teman-teman semua, arahan tim pelatih, dan yang terpenting dukungan Aremania yang selalu datang tiap pertandingan. Tapi, saya ingin sekali merasakan tim Arema Putri mendapat dukungan penuh (full house) oleh Aremania, seperti tim Arema senior di Stadion Kanjuruhan Malang,” imbuhnya.

Andai Dipertemukan dengan Meiga Lagi

Windi Ayu Puspitasari ingin sekali bertemu dengan Kurnia Meiga lagi. Ada satu hal yang ingin disampaikannya pada kiper yang terpaksa pensiun dini karena penyakit misterius pada pertengahan musim 2017 itu.

Ayu sebenarnya menyayangkan keputusan Meiga pensiun dini dari dunia sepak bola. Namun, apa boleh buat, keputusan itu menurutnya mungkin yang terbaik bagi Meiga dan keluarga.

“Saya berharap Meiga lekas merumput kembali. Jika bertemu dengannya, yang akan saya katakan pertama kali adalah saya rindu dengan aksi-aksinya di dalam lapangan. Pastinya, bukan hanya saya saja yang rindu sosoknya d dunia sepak bola. Aremania dan bahkan suporter Timnas Indonesia juga merindukannya,” tandasnya.